Beranda Bengkulu Utara Lebong Tandai Prioritaskan Masuk Program 3T

Lebong Tandai Prioritaskan Masuk Program 3T

128
Dandim 0423 BU saat menyampaikan pemaparan

BENGKULU UTARA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan fokus pada program terisolir, terluar, tertinggal dan Kumuh Perkotaan (3T). Hal ini diketahui, sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Pusat, program ini memperjuangkan sektor transportasi pendidikan dan taraf hidup masyarakat. Dalam hal ini, pihak TNI Kodim 0423 BU, menilai wilayah desa Lebong Tandai masuk dalam kategori yang wajib untuk diperjuangkan atas semua keterbatasan yang ada di wilayah tersebut.
“Memelihara kemanunggalan TNI rakyat demi peningkatan perekonomian masyarakat. Desa Lebong Tandai menjadi target program 3T ini, dengan tinjauan berbagai latar belakang,” kata Komandan Kodim 0423 Bengkulu Utara, Letkol Inf Agung P Saksono, Jumat (9/4).
Dandim juga menjelaskan, program 3T yang membidik Desa Lebong Tandai ini merupakan satu-satunya agenda Se-Kodam II Sriwijaya Tahun Anggaran 2021. Pelaksanaannya, akan menyasar pada peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, UMKM, dan taraf hidup masyarakat. Pihaknya akan mengerahkan ratusan prajurit, kegiatan yang akan digelar 9 Juni mendatang ini, akan melibatkan sejumlah elemen di Bengkulu Utara. Selain jajaran Kepolisian, pihak Palang Merah Indonesia (PMI) akan ikut serta dalam mensukseskan agenda ini.
“Iya, menggunakan potensi daerah yang kita miliki. Tantangan terberat lokasi sulit dijangkau karena keterbatasan sarana prasarana. Dengan sinergitas yang baik dengan seluruh pihak, kami yakin program ini sukses,” jelasnya.
Untuk diketahui, Desa Lebong Tandai merupakan salah satu Desa di Provinsi Bengkulu, terletak di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, desa penghasil emas yang sempat dijuluki Batavia Kecil ini, menyimpan catatan panjang sejarah kemerdekaan. Sebelum pembukaan badan jalan pada program TMMD Imbangan Tahun 2020 lalu, Motor Lori Expert menjadi satu-satunya sarana transportasi untuk menuju Desa dengan luas 12 hektar ini. Kondisi terisolir dan terpencil ini pun, sempat dikeluhkan pemerintah Desa setempat kepada Jajaran Kodim 0423/Bengkulu Utara akhir tahun lalu. Pemaparan pelaksanaan program 3T yang digelar di aula Dharmawangsa ini dihadiri pihak Kepolisian, Dinas Pekerjaan Umum, Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Koperasi, BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI). (aer)