Beranda Nasional Meninggal, Keluarga Pasien Covid-19 Tolak Dimakamkan Sesuai Prokes

Meninggal, Keluarga Pasien Covid-19 Tolak Dimakamkan Sesuai Prokes

601
Wakil II Satgas Covid-19 Lebong, AKBP. Ichsan Nur, SIK didampingi beberapa pihak terkait saat mendatangi keluarga duka pasien Covid-19 yang menolak pemakaman sesuai prokes.

LEBONG – Salah satu pasien positif Covid-19 dalam Kabupaten Lebong dinyatakan meninggal dunia saat dalam perawatan medis di RSUD Rejang Lebong kemarin (2/6). Kendati demikian, pihak keluarga pasien positif Covid-19 yang berada di Kecamatan Lebong Tengah ini menolak pemakaman jenazah sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Penolakan ini juga dituangkan keluarga duka dalam surat pernyataan diatas materai Rp 10 ribu.
Kepala Puskesmas Semelako, Itje Andriyani, SKM, membenarkan jika salah satu warga dalam wilayah kerja pihaknya ini terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes swab PCR RSUD Lebong pada 27 Mei yang lalu. Kemudian, kemarin (2/6) pihaknya mendapat kabar jika yang bersangkutan meninggal dunia di RSUD Rejang Lebong.
“Jenazah korban dibawa pulang oleh keluarga duka. Memang seharusnya, pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dimakamkan sesuai prokes, tetapi pihak keluarga menolak pemakaman sesuai prokes dan mereka juga menandatangani surat pernyataan diatas materai,” kata Itje.
Diungkapkannya, pasien yang meninggal dunia ini memiliki riwayat penyakit lain seperti osteoporosis atau pengapuran tulang, asma serta penyakit jantung. Kondisi ini membuat imun tubuh pasien semakin melemah sehingga Covid-19 sangat menyerang kondisi kesehatan yang bersangkutan.
Sementara itu, Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, melalui Kasubbid Surveilans dan Imunisasi, Donny Novriansyah, S.Kep, MKM, membenarkan jika saat ini terdapat penambahan 2 kasus baru positif Covid-19 dalam Kabupaten Lebong yang ke semuanya adalah warga dalam Kecamatan Lebong Tengah dan salah satu pasien dinyatakan meninggal dunia.
“Jadi jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 di Lebong ini sudah mencapai sebanyak 150 kasus, 3 kasus meninggal dunia, 130 sembuh dan 16 kasus lainnya masih menjalani isolasi mandiri,” katanya.
Disebutkannya, 150 kasus ini diantaranya pada tahun 2020 sebanyak 39 kasus positif Covid-19 dan 1 pasien dinyatakan meninggal dunia. Kemudian tahun 2021 tercatat ada sebanyak 108 kasus positif Covid-19 dan 2 orang pasien dinyatakan meninggal dunia.
“Ada sebanyak 470 sampel swab yang sudah kita kirimkan ke Laboratorium sampel ini dari sejak Januari lalu dan saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” singkatnya. (wlk)