Beranda Bengkulu Utara Miris, Lansia Miskin di BU Tak Dapat Bansos

Miris, Lansia Miskin di BU Tak Dapat Bansos

165
Kondisi Nenek Rahani, Lansia yang tidak menerima bansos

BENGKULU UTARA – Miris, puluhan tahun lansia miskin bertempat tinggal di Desa Kota Agung, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara ini, tidak memperoleh bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah. Salah satunya yakni nenek Rahani, yang berada di dusun II Desa setempat. Nenek yang berusia diperkirakan lebih dari 100 tahun ini, tidak lagi menerima bansos dalam 3 bulan terakhir.
Untuk diketahui, Nenek Rahani tinggal di rumah tua dan reot bersama suami dan dua orang anak laki-lakinya, yang juga sudah berumur. Salah satu Kepala Dusun setempat, Dedi, kepada awak media, ia menjelaskan bahwa sebelumnya nenek Rahani sempat mendapatkan bansos berupa program BPNT (Bantuan Pangan non Tunai) dari Pemerintah pusat. Dengan demikian, nenek Rahani tidak lagi mendapatkan bantuan lain seperti BLT DD, BST dan lainnya.
“Tetapi setelah 3 bulan terakhir ini, nenek Rahani sekeluarga itu tidak lagi dapat bansos apa-apa,” ujarnya.
Nenek Rahani dan keluarganya ini, lanjut Dedi mengatakan, hanya salah satu dari puluhan lansia miskin lainnya, yang tidak mendapatkan bansos. Puluhan lansia lainnya ini, dengan kasus yang sama, dimana sebelumnya pernah mendapat bansos berupa program BPNT. Namun dalam tiga bulan terakhir, entah dengan alasan apa program bansos tersebut tidak diterima lagi oleh para lansia miskin ini.
“Jadi sudah tiga bulan terakhir ini, lansia miskin ini tidak dapat bansos apapun. Sangat kasihan sekali kalau melihat kondisi mereka di sini,” bebernya.
Dedi juga mengatakan, bahwa sampai saat ini belum mendapatkan alasan perihal diberhentikannya bantuan para lansia miskin ini.
“Belum jelas kenapa, nantinya kami mau klarifikasi ke pihak Dinas Sosial,” tandasnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Utara, Suwanto, SH, M.Ap, menjelaskan. Para lansia yang disebut tidak menerima bansos ini, bukan tidak menerima ataupun dilakukan pemutusan dalam daftar penerima bansos khususnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal ini dikatakannya, sesuai dengan surat edaran Kementerian Sosial Nomor : S-42/MS/B/1.7/DI.01/3/2021. Perihal finalisasi perbaikan data dan verifikasi kelayakan, yang diedarkan tanggal 23 Maret 2021 lalu. Berdasarkan surat tersebut pihak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas sosial melakukan verifikasi dan perbaikan data penerima bantuan sosial se Kabupaten Bengkulu Utara.
“Termasuk nenek Rahani dan beberapa lansia lainnya di Air Besi itu, masih masuk ke dalam daftar perbaikan datanya. Ada yang namanya tidak sesuai dalam KK, ada yang tidak sesuai NIK nya, dan lain-lain,” terang Suwanto.
Suwanto juga mengatakan, untuk para lansia tersebut memang masih masuk ke dalam data bayar penerima bansos BPNT di periode Desember 2020 lalu. Namun pihaknya melakukan verifikasi dan validasi data, yang dimulai pada bulan Februari 2021, sehingga beberapa data nama yang dilakukan perbaikan mengalami penundaan penerimaan bansos sejak Januari 2021.
“Jadi bukan hanya lansia itu saja, ada ribuan bahkan puluhan ribu data se Bengkulu Utara, yang dilakukan verifikasi dan validasi. Namun tidak seluruhnya, ada yang datanya memang sudah valid ya bansosnya tetap disalurkan. Karena datanya memang tidak masuk ke daftar verifikasi dan perbaikan,” tuturnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, ribuan bahkan puluhan ribu data yang dilakukan verifikasi dan validasi telah dikirim ke kantor Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos). Selanjutnya, apabila data yang sudah dikirim tersebut telah valid oleh Pusdatin Kesos, maka data selanjutnya akan dikirim dan menjadi kewenangan di ke Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) wilayah I Kemensos.
“Baru nanti setelah itu kita menunggu rilis dari Kemensos. Kita tunggu saja, jika memang masih layak pasti masih akan muncul nama-nama para penerima tersebut,” demikian Suwanto. (aer)