Beranda Nasional Miris, Sejak Desember Nakes Belum Terima Insentif

Miris, Sejak Desember Nakes Belum Terima Insentif

149
Stop BAB Sembarangan, Berikut Target 20 Desa Sadar Jamban
Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, M.Si

LEBONG – Meski tenaga kesehatan (nakes) berada digarda terdepan dalam penanganan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam Kabupaten Lebong dan berisiko paling besar terpapar Covid-19, ternyata sejak Desember 2020 lalu hingga saat ini nakes belum juga menerima insentif. Padahal, baru-baru ini Kemendagri RI telah memberikan teguran kepada ratusan kepala daerah tingkat kabupaten/kota yang realisasi insentif nakes masih dibawah 25 persen.
Kepala Puskesmas Muara Aman, Febria Mandeka, SKM, melalui Kepala Tata Usaha (TU), Asman, SKM, membenarkan jika terhitung sejak Desember 2020 lalu hingga Juli 2021 ini, sebagian nakes yang ada di Puskesmas Muara Aman belum menerima insentif.
“Terakhir insentif nakes ini dibayar November 2020 lalu itupun anggarannya berasal dari APBN,” ungkapnya saat dibincangi Radar Lebong kemarin (21/7).
Di Puskesmas Muara Aman, lanjutnya terdapat sekitar 10 orang nakes yang menerima insentif. Mereka yang menerima insentif ini adalah nakes yang menangani kasus dan notifikasi atau orang yang datang dari zona merah daerah pandemi Covid-19. Tupoksi mereka mendata dan mengawasi orang tersebut dan apabila ada gejala melakukan pemeriksaan baik menggunakan rapid test ataupun swab.
“Tahun ini, insentif diberikan kepada nakes yang menangani kasus Covid-19 dan mengambil sampel swab PCR pada kasus yang ada. Insentif nakes yang bisa diajukan hanya nakes yang mengerjakan tupoksi yang dimaksud dengan aturan 4 kasus positif hanya 1 nakes yang bisa diajukan untuk penerima insentif,” lanjutnya.
Diakuinya, baru-baru ini pihaknya telah diminta Dinkes Lebong untuk menyiapkan syarat pengajuan pencairan insentif nakes. Namun, dirinya mengaku belum tahu apakah insentif nakes yang akan dibayarkan ini akan direalisasikan sepenuhnya atau hanya beberapa bulan saja.
“Saat ini kita sedang menyiapkan syarat pengajuan tersebut, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini insentif tersebut bisa direalisasikan,” terangnya.
Ditambahkannya, nakes yang bertugas sebagai vaksinator vaksin Covid-19 juga belum menerima honor. Tahun 2020 lalu, honor vaksinator ini dibayarkan melalui APBD Lebong, namun hingga saat ini belum ada kejelasan honor tersebut kapan akan dibayarkan.
“Sekarang para nakes petugas vaksinator banyak yang mengeluh honor mereka belum ada kejelasan akan dibayar,” pungkasnya.
Sayangnya, Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, belum dapat dikonfirmasi terkait dengan belum dibayarkannya insentif nakes ini. Meski dihubungi melalui ponselnya, namun belum tersambungkan. (wlk)