Beranda Bengkulu Utara Molek Transportasi Pemacu Adrenalin

Molek Transportasi Pemacu Adrenalin

397
Molek yang menjadi transportasi pemacu adrenalin

BENGKULU UTARA – Molek atau motor lori ekspres, merupakan salah satu transportasi unik dari desa yang memiliki julukan batavia kecil. Selain jalur yang extrem, penumpang akan menemukan tantangan lain yang tentunya akan memacu adrenalin. Hal ini pun disampaikan oleh Ando Soir selaku pengemudi molek di wilayah Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara.
“Motor Lori Ekspres merupakan transportasi peninggalan zaman kolonial, atau yang lebih dikenal dengan sebutan molek. Transportasi ini, merupakan salah satu alat transportasi untuk menuju pusat Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara. Transportasi sejenis kereta mini ini, adalah peninggalan zaman penjajahan yang digunakan belanda untuk mengangkut emas di desa Lebong Tandai,” Andi.
Andi pun menjelaskan, bagi para pelancong molek kerap disebut sebagai transportasi extrem. Karena, selain banyaknya rel yang mulai keropos bahkan putus, jalur rel molek juga melintasi hutan belantara, tebing yang curam, hingga goa-goa. Hal tersebut tentunya, membuat penumpangnya merasa was-was bak menaiki roller coaster. Selain itu, terdapat tantangan yang tak terduga. Yakni bertemu dengan longsor, jika bertemu dengan longsor maka para penumpang terpaksa turun untuk membantu supir molek untuk membersihkan serpihan-serpihan longsor. Hal inilah, yang menyebabkan perjalanan menggunakan molek menjadi lama.
“Namun semenjak dibukanya jalur alternatif oleh kodim 0423 Bengkulu Utara dan Pemerintah Daerah setempat, kini untuk menuju desa Lebong Tandai sudah bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Meskipun begitu molek juga masih tetap beroperasi, bagi masyarakat yang tertarik berkunjung ke desa yang di berikan julukan batavia kecil menggunakan molek, akan menempuh waktu selama 6 jam lebih, sedangkan menggunakan jalur alternatif hanya 2 hingga jam saja,” demikian Andi. (aer)