Beranda Nasional Mudik Lebaran Dilarang, Masuk ke Lebong Wajib Tunjukkan Identitas

Mudik Lebaran Dilarang, Masuk ke Lebong Wajib Tunjukkan Identitas

343
Terlihat sejumlah aparat kepolisian mulai mendirikan posko pintu masuk perbatasan Lebong dengan Rejang Lebong di desa Air Dingin Kecamatan Rimbo Pengadang.

LEBONG – Pemerintah Kabupaten Lebong, mulai dari kemarin (4/5) resmi mendirikan 2 posko penjagaan pintu masuk perbatasan wilayah Kabupaten Lebong.

Kedua posko perbatasan tersebut yakni satu posko di Desa Air Dingin Kecamatan Rimbo Pengadang, perbatasan Lebong dengan Rejang Lebong dan satu posko lagi di Desa Tik Tebing, Kecamatan Lebong Atas perbatasan Lebong dengan Bengkulu Utara.

Makanya, sehubungan dengan pendirian posko penjagaan pintu masuk perbatasan tersebut. Bupati Lebong Kopli Ansori menegaskan kepada seluruh masyarakat Lebong untuk tidak mudik (pulang kampung,red). Alangkah baiknya jika masyarakat bisa menjalankan hari raya hanya di Kabupaten Lebong saja.

” Pokoknya, kepada seluruh masyarakat, mudik lebaran dilarang. Pokoknya jangan keluar Lebong,” tegas kopli.

Larangan mudik tersebut, kata Bupati, untuk mengantisipasi munculnya klaster-klaster baru penyebaran virus covid-19 seusai pulang dari mudik. Serta, menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Covid-19 Nasional Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pokoknya kita ramaikan saja Kabupaten Lebong ini, jangan ada yang mudik,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Posko Covid-19 Kabupaten Lebong, Fakhrurrozi, S.Sos, M.Si menjelaskan posko penjagaan pintu masuk perbatasan wilayah Kabupaten Lebong mulai didirikan. Dimana, posko pengamanan tersebut, lebih dulu didirikan di desa Air Dingin Kecamatan Rimbo Pengadang.

” Hari ini, posko di Air Dingin dulu resmi kita dirikan. Kemudian, akan menyusul satu posko di perbatasan Lebong- Bengkulu Utara di Desa Tik Tebing ” kata pria yang sering disapa Rozi kepada Radar Lebong.

Lebih lanjut Rozi menegaskan, dengan didirikan posko penjagaan pintu masuk tersebut, maka semua masyarakat yang akan masuk ke Kabupaten Lebong terhitung mulai tanggal 06 Mei sampai tanggal 20 Mei 2021 mendatang wajib menunjukkan identitas diri kepada para petugas posko penjagaan. Tidak hanya itu, jika ditemukan masyarakat yang datang dari luar Provinsi Bengkul, maka harus membawa Surat Keterangan (SK) Swab Antigen bebas Covid-19. Dan apabila surat keterangan Swab Antigen telah Expired, sambung Rozi, maka disarankan untuk mengambil Tes Swab Antigen kembali di Puskesmas atau pada Klinik terdekat.

“Jadi mulai 6 Mei masyarakat yang ingin masuk ke Lebong akan diperiksa secara ketat identitas dirinya, sedangkan masyarakat yang datang dari luar Provinsi wajib menunjukkan hasil Swab Antigen kepada petugas yang berjaga. Apabila tidak bisa menunjukan bukti , maka tidak diizinkan masuk ke Lebong, ” tegasnya.

Lanjutnya, selain mendirikan 2 posko perbatasan pada pintu masuk dalam Kabupaten Lebong, juga akan didirikan 1 posko pelayanan yang akan ditempatkan di kawasan Pasar Rakyat Lebong yang berada di Kelurahan Amen Kecamatan Amen. Tentunya posko terbut didirikan dalam rangka mendukung Operasi Ketupat Nala 2021.

“Pendirian 2 posko perbatasan ini sudah kita laporkan kepada Kepala Daerah. Dan sekarang kita (Pemkab Lebong, red) sudah membuat drab surat edarannya untuk disampaikan ke Buputi untuk ditanda tangan, ” sampainya.

Rozi pun menambahkan, Posko pengamanan dan pelayanan lebaran Idul Fitri ini akan didirikan selama 15 hari kedepan yang akan dijaga oleh para petugas yang meliputi TNI dan Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Satpol PP dan Bidang Perhubungan Dinas PUPR-Hub Lebong.

“Tentunya, posko ini akan mengawas bagi siapa saja warga yang hendak masuk ke Lebong, ” demikian Rozi. (wlk)