Beranda Nasional MUI Imbau Paslon Jangan Berkampanye di Rumah Ibadah

MUI Imbau Paslon Jangan Berkampanye di Rumah Ibadah

274
Ketua MUI Lebong

LEBONG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebong H. M Amin AR menyerukan kepada seluruh Pasangan Calon (Paslon) yang akan bertarung pada Pilkada tanggal 9 Desember mendatang agar tidak menjadikan tempat ibadah untuk berkampanye.

Penegasan itu disampaikan menjelang masuknya tahapan pesta demokrasi yakni pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang direncanakan akan di selenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang, dalam pemilihan Gubernur Bengkulu dan Bupati Lebong. Untuk itu, pihaknya mengingatkan siapapun itu agar tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat untuk kampanye. Hal itu bertujuan, agar kenyamanan rumah ibadah terhindar dari nuansa-nuansa politik.

“Ini sangat penting kita sampaikan mengingat menjelang masuknya tahapan pesta demokrasi, siapapun mereka dan apapun jabatannya agar tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat tempat kampanye,” ungkap Ketua MUI Lebong H. M Amin AR dikonfirmasi Radar Lebong kemarin, (13/10).

Lanjutnya, mengingat pelaksanaan pesta demokrasi semakin dekat, pihaknya berharap agar para petugas pelaksana masjid, dapat dilaksanakan oleh petugas masjid yang benar-benar resmi berdasarkan SK dari Desa maupun Kelurahan. Kemudian, dalm mengisi tema khutbah Jum’at diharapkan agar dapat disesuaikan yang berkaitan dengan kualitas hidup beragama.

“Dalam aturannya sudah sangat jelas, tahun politik rumah ibadah tidak boleh digunakan sebagai tempat kampanye. Hal itu berujuan agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat yang ingin beribadah,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihkanya meminta para tokoh agama untuk tidak menggunakan ayat-ayat Alquran atau ayat agama dalam kepentingan politik sesaat, dan jangan menggunakan fasilitas rumah ibadah sebagai tempat kampanye. Dalam tahun politik semua masyarakat terkeculi TNI/Polri memiliki hak pilih dan bebas untuk memilih calon masing-masing untuk menentukan calon pemimpin. Maka diharapkan setiap masyarakat tidak boleh saling menghasut, beda pilihan boleh akan tetapi jangan sampai dijadikan perpecahan.

“Pada intinya, ditahun politik ini jangan ada yang menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kampanye. Selain itu, diharapkan dalam pesta demokrasi ini jangan sampai persaudaraan dan jalinan silahturahmi terpecah berai. Karena siapun yang akan terpilih nantinya maka Dialah yang akan menjadi pemimpin,” pungkasnya. (wlk)