Beranda Nasional OPD Diminta Sosialisasi Larangan ASN Gunakan Gas 3 Kg

OPD Diminta Sosialisasi Larangan ASN Gunakan Gas 3 Kg

383
Makin Menggila, Giliran Gas Melon 3 Kilogram Mulai Langka

LEBONG – Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat atas berkurangnya pasokan tabung gas Elpiji ukuran 3 Kg diwilayah Kabupaten Lebong, Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Lebong. Mengimbau dan meminta kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemkab Lebong untuk tidak menggunakan tabung gas Elpiji 3 Kg. Hal itu dimaksud agar kebutuhan masyarakat yang ekonomi menengah kebawah bisa tetap terpenuhi.

“Sejauh ini untuk ketersediaan stok gas elpiji khusus ukuran 3 Kg tidak ada masalah. Hanya saja, banyak keluhan masyarakat berkurangnya pasokan gas elpiji, karena banyak digunakan oleh PNS, ” ungkap Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Lebong, M. Topik Andari, M. Pd, melalui Kabid Perdagangan Azhar, SH, dikonfirmasi kemarin (20/9).

Untuk itu, lanjunya, sebagai upaya untuk mengatasi persoalan yang terjadi ditengah masyarakat tersebut, pihaknya meminta semua stakeholder OPD terkait agar dapat mensosialisasi kepada para PNS di OPDnya masing-masing untuk tidak menggunakan gas elpiji ukuran 3 Kg. Terlebih lagi, PNS yang ekonominya tergolong sudah mapan dianjurkan untuk menggunakan gas Elpiji 5 kg keatas.

“Kami berharap, seluruh Kepala OPD dijajaran Pemkab Lebong dapat memberikan sosialisasi kepada PNSnya, untuk tidak menggunkan tabung gas Elpiji ukuran 3 Kg. Sehingga kebutuhan masyarakat yang ekonominya tergolong menengah kebawah tetap bisa terpenuhi, ” harapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh pangkalan gas elpiji yang ada dalam wilayah Kabupaten Lebong. Agar tidak menjual gas elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu yaitu sebesar Rp 17.800, jika nantinya terdapat pedagang yang menaikan harga diatas HET, maka akan dikenaikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan.

Untuk itu, supaya kestabilan harga yang dimaksud tetap terpantau normal lanjutnya, tentu pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan pasokan gas elpiji 3 kg dalam wilayah Kabupaten Lebong. Hal itu dimaksudkan sebagai langkah untuk mengantisipasi supaya tidak adanya oknum yang memanfaatkan situasi bulan suci ramadhan.

“Kita sudah memiliki tim pemantau harga, jadi kami akan terus melakukan pemnatauan dilapangan, jangan sampai nantinya ada oknum-oknum tertunya yang dengan sengaja memanfaatkan situasi untuk menaikan harga diatas HET yang siludah ditetapkan Pemprov Bengkulu, ” demikian Azhar. (wlk)