Beranda Hukum Pelaku Curanmor Tewas, Kapolres Tegaskan Telah Mediasi

Pelaku Curanmor Tewas, Kapolres Tegaskan Telah Mediasi

1818
Kapolres Lebong

LEBONG – Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur, SIK, menegaskan pihaknya telah melakukan mediasi dengan keluarga pelaku terkait dengan tewasnya RH (22) setelah diamankan polisi beberapa waktu lalu terkait kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di Lebong belum lama ini.
“Saya sampaikan jika masalah itu sudah selesai dan kita juga sudah melakukan mediasi dengan pihak keluarganya saat mereka akan mengambil jenazah yang bersangkutan di RSUD Lebong,” ujar Kapolres kemarin (19/10).
Menurutnya, dari mediasi tersebut pihak keluarga RH telah menerima atas kejadian tersebut. Bahkan, pihaknya juga telah menyampaikan ungkapan duka secara resmi kepada pihak keluarga.
“Kami sudah jelaskan kronoligis kejadiannya dan alhamdulillah keluarga korban bisa terima, selain itu kami juga akan segera menyampaikan ungkapan duka kepada pihak keluarga korban ini,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lebong Iptu Didik Mujianto, SH, MH, menjelaskan tersangka RH ini merupakan warga Desa Bandar Agung Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Pelaku berhasil diamankan pihaknya setelah berkoordinasi dengan Polsek Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang.
“Saat diamankan, dari tangan pelaku ini didapati barang bukti berupa 1 unit sepeda motor jenis honda beat yang disana masih terdapat patahan kunci T yang diduga digunakan oleh pelaku saat melakukan aksinya,” ungkapnya.
Kemudian, ketika tengah dilakukan penyembangan penyelidikan terkait dengan 4 laporan kasus pencurian sepeda motor yang sebelumnya dilaporkan ke Polres Lebong, pelaku berusaha kabur dari petugas. Sesuai prosedur, pihaknya sudah memberikan 3 kali tembakan peringatan ke udara namun tidak di indahkan oleh pelaku hingga akhirnya pelaku pun terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur yang mengarah ke kaki.
“Pelaku ini sudah kita bawa ke RSUD Lebong untuk mendapatkan perawatan medis, namun sayangnya korban meninggal dunia. Setelah itu, kita langsung menghubungi keluarga korban mengenai kondisi tersebut. Kita juga sudah mediasi dengan keluarga korban dan mereka menyatakan tidak memiliki niat untuk memperpanjang masalah ini,” terangnya.
Disisi lain, Kasat Reskrim juga menambahkan bahwa satu tersangka lainnya berinisial GS (20) saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu.
“Satu pelaku lainnya masih dalam perawatan rumah sakit Bhayangkara, karena kami menginginkan pelaku ini mendapatkan perawatan yang lebih maksimal. Dan sejauh ini kondisinya sudah mulai berangsur pulih,” pungkasnya. (via)