Beranda Bengkulu Utara Pembongkaran Lapak Terminal Purwodadi, Diundur

Pembongkaran Lapak Terminal Purwodadi, Diundur

174
Pertemuan pihak Dishub dengan pedagang kaki lima di terminal purwodadi Arga Makmur

BENGKULU UTARA – Setelah sebelumnya, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkulu Utara (BU) sudah mengagendakan akan melakukan pembongakaran pedagang kaki lima yang berdiri diatas lahan Terminal Arga Makmur, Rabu (24/2) telah diputuskan pembongkaran diundur hingga tanggal 20 Mei 2021 mendatang. Hal ini setelah adanya pertemuan dengan para pedagang yang berada didalam Terminal Pasar Purwodadi kota Arga Makmur, yang diputuskan pembongkaran ditunda.
“Pembongkaran pedagang kaki lima yang mendirikan lapak diatas lahan terminal, secara resmi kami tunda. Hal ini berdasarkan pertemuan dengan para pedagang, yang lapaknya akan dibongkar. Dalam pertemuan tersebut, disepakati pembongkaran dilakukan seusai lebaran Idul Fitri,” ujar Plt Kepala Dishub BU Nur Imansyah.
Pria yang akrab disapa Buyung ini juga menjelaskan, jika sesuai dengan rencana, pembongkaran lapak dilaksanakan pada tanggal 1 Maret ini. Namun para pedagang meminta pembongkaran dilaksanakan setelah lebaran idul fitri, dimana hal ini setelah dilakukannya beberapa pertimbangan, akhirnya disepakati bahwasanya pembongkaran diundur hingga selesai lebaran.
“Penundaan pembongkaran dilakukan atas beberapa pertimbangan, terutama memikirkan para pedagang yang saat ini masih dalam kesusahan, lantaran masih dalam masa pandemi covid 19. Kendati demikian, saya menegaskan bahwasanya setelah lebaran para pedagang dengan sendirinya harus membongkar lapaknya masing masing. Jika tidak, akan dilakukan pembongkaran oleh Penegak Perda yakni Satpol PP,” demikian Buyung.
Sebelumnya, pihak DPRD BU juga telah menerima aspirasi masyarakat ini, agar pembongakaran pedagang untuk dapat ditunda. Mengingat, lemahnya perekonomian akibat Pandemi Covid-19, penertiban pedagang kaki lima (PKL) dianggap belum tepat, sesuai aspirasi yang diterima dari para pedagang. Sehingga, pihak DPRD meminta penundaan hingga situasi perekonomian kembali normal atau setidaknya setelah hari raya idul fitri mendatang, yang dipastikan pedagang akan membongkar sendiri setelah idul fitri.
“Kita minta ini ditunda dulu dalam kurun waktu yang tidak lama, kalau bisa dalam bulan puasa ini, biarkanlah mereka ini berjualan, sampai nanti setelah lebaran kita pastikan mereka akan membongkar sendiri. Karena saat ini, dalam pandemi ini perekonomian sangat lemah,” singkat Wakil Ketua II DPRD BU Herliyanto Hazadin. (aer)