Beranda Hukum Pemkab Berlakukan Penyekatan, Sopir Travel Minta Kompensasi Tunai

Pemkab Berlakukan Penyekatan, Sopir Travel Minta Kompensasi Tunai

487
Puluhan sopir travel dalam Kabupaten Lebong saat mendatangi Satgas Covid-19.

LEBONG – Kebijakan Pemkab Lebong memberlakukan penyekatan di 2 pintu masuk Kabupaten Lebong ternyata berdampak terhadap pendapatan para sopir travel dalam Kabupaten Lebong. Bahkan, kemarin (23/7) puluhan sopir angkot ini mendatangi Satgas Covid-19 Lebong meminta kompensasi tunai atas kerugian yang mereka alami akibat kebijakan penyekatan ini.
Rolis, salah satu sopir travel yang ikut dalam hearing bersama Satgas Covid-19 Lebong ini kemarin mengungkapkan jika pihaknya sangat mendukung upaya Pemkab Lebong dalam penanganan penyebaran Covid-19 dalam Kabupaten Lebong. Hanya saja, pemberlakukan penyekatan dan juga swab antigen di 2 pintu masuk Kabupaten Lebong ini berdampak pada pendapatan sopir travel. Pihaknya meminta Pemkab Lebong membayarkan kompensasi serta mengeluarkan kebijakan khusus bagi sopir travel tidak melakukan swab antigen setiap akan masuk ke Lebong.
“Pada dasarnya, kami sangat mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 ini, tapi kalau setiap akan masuk ke Lebong kami harus di swab antigen kami sangat keberatan sekali pak. Disamping itu, kebijakan ini membuat pendapatan kami menurun drastis pak,” ungkapnya.
Menanggapi permintaan sopir travel ini, Wakil Ketua I Satgas Covid-19 Lebong, AKBP. Ichsan Nur, SIK, mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan ini. Aspirasi ini akan disampaikan pihaknya kepada Ketua Satgas Covid-19 Lebong yang tak lain adalah Bupati, Kopli Ansori.
“Kita sangat mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan dengan cara-cara yang santun seperti ini. Dan permintaan yang disampaikan sopir travel ini akan kami sampaikan kepada Ketua satgas,” katanya.
Disebutkannya, beberapa permintaan sopir travel ini diantaranya meminta pembayaran kompensasi tunai atas kerugian yang dialami sopir akibat kebijakan pendirian posko di 2 pintu masuk Lebong ini.
“Kalau dari keterangan mereka tadi, pendapatan mereka mengalami penurunan hingga 80 persen dari sebelum adanya kebijakan pendirian posko ini. Mereka beralasan, kalau kebijakan ini sangat memberatkan apalagi mereka masih harus membayar kredit mobil serta untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka,” terangnya.
Tidak hanya meminta kompensasi saja, sopir travel ini juga meminta Satgas Covid-19 memberikan kelonggaran bagi sopir travel agar tidak dilakukan swab antigen setiap akan masuk ke Lebong. Dan meminta Satgas Covid-19 mencarikan solusi jika ada penumpang mereka yang ber KTP luar Lebong namun dinyatakan reaktif Covid-19 sehingga tidak diperkenankan masuk ke Lebong.
“Permintaan mereka ini akan kita sampaikan kepada Ketua Satgas, dan kita akan cari jalan keluar yang terbaik atas masalah ini,” singkatnya. (wlk)