Beranda Nasional Pengambilan Ampas, Rusak Cagar Budaya

Pengambilan Ampas, Rusak Cagar Budaya

578
Papan peringatan larangan mengambil ampas pada lokasi cagar budaya yang dipasang oleh Pemdes Lebong Tambang.

LEBONG – Dari hasil pengecekan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Lebong Utara dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dibud) Lebong belum lama ini, dipastikan jika kerusakan cagar budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang disebabkan adanya aktivitas pencarian ampas emas dilokasi tersebut. Hal ini disampaikan Camat Lebong Utara, Sumitro, S.Sos.
“Kita sudah melakukan pengecekan bersama Dinas Dikbud, memang ada kerusakan pada lokasi cagar budaya ini karena adanya aktivitas pengambilan tanah atau ampas emas di lokasi tersebut,” kata Sumitro kemarin (8/3).
Terkait dengan adanya kerusakan pada cagar budaya yang telah terdaftar pada Sistem Registrasi Cagar Budaya Kemendikbud RI ini, dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengambilan tanah atau ampas emas dilokasi cagar budaya. Pasalnya, pengrusakan cagar budaya ini dapat dikenai sanksi pidana seperti yang diatur dalam pasal 66 UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cagar Budaya dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pengambilan tanah atau ampas emas di lokasi ini. Dan saya juga meminta pemerintah desa setempat untuk melakukan pengawasan dan pelarangan terhadap masyarakat yang melakukan kegiatan tersebut,” imbaunya.
Sementara itu, cagar budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang diketahui telah didaftarkan pada Sistem Registrasi Cagar Budaya Kemendikbud RI tertanggal 28 Agustus 2017 dengan nomor objek PO2017082800001, jenis bangunan yang didaftarkan oleh pendaftar umum (masyarakat). (bye)