Beranda Bito Sadei Pengrajin Sapu Ijuk Butuh Perhatian

Pengrajin Sapu Ijuk Butuh Perhatian

222
Terlihat pengarajin sapu ijuk didesa Daneu Kecamatan Lebong Atas, tengah membuat sapu yang akan dijualkan baik kedalam daerah maupun luar daerah.

LEBONG ATAS – Rahmad (53), warga desa Daneu Kecamatan Lebong Atas berprofesi sebagai pengarajin sapu ijuk. Usaha membuat sapu ijuk kurang lebih sudah 28 tahun digelutinya dengan menggunakan alat tradisional berupa potongan kayu, ijuk yang diambil dari pohon aren, dan tali rapia. Kendatipun merupakan pengrajin sapu ijuk satu-satunya yang berada di Kecamatan Lebong Atas, sayangnya usaha yang digeluti seja masih bujangan itu belum juga mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Usaha ini sudah saya jalankan sejak masih berstatus bujang sampai dengan sekarang, dan untuk penghasilan sendiri dalam satu hari tidak menentu karena tergantung dengan berapa banyak sapu yang terjual,” kata Rahmat saat ditemui Radar Lebong pada Kamis, (4/3).

Lanjutnya, untuk bahan pembuatan sapu ijuk dibeli dari masyarakat seperti ijuk biasanya dalam satu ikat sebesar Rp 3.000 rupiah, kemudian kayu untuk gagang sapu sebesar Rp 1.000 rupiah perpotong. Sementara untuk harga jual sendiri sebesar Rp 25.000 ribu rupiah dan tidak dijual dalam daerah saja melainkan juga dijual keluar daerah seperti
Rejang Lebong, Palembang, Jambi, dan Lampung.

“Alahamdulillah, sapu ijuk yang kita buat ini tidak hanya dijual dalam daerah saja melaikan juga diluar keluar daerah,” ujarnya.

Sementara itu tambahnya, dirinya berharap agar pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk dapat lebih memperhatikan para pengrajin tradisional baik pengarajin sapu ijuk, pengarajin anyaman, maupun pengarjin lainnya yang masih bertahan di Kabupaten Lebong.

“Ada banyak pengrajin yang masih aktif di Kabupaten Lebong ini, tentu harapan kami kedepan Pemkab Lebong bisa lebih memperhatian kondisi kamai baik itu bantuan modal usaha maupun dibidang pemasarannya,” harapnya. (ae3)