Beranda Nasional Penyandang Disabilitas di Lebong Capai 224 Jiwa

Penyandang Disabilitas di Lebong Capai 224 Jiwa

243
Yasir Hadibroto

LEBONG -Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDSos) Kabupaten Lebong, mencatat jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Lebong mencapai sebanyak 224 jiwa yang tersebar di 11 Kecamatan dalam Kabupaten Lebong.

Kepala Dinas PMDSos Lebong Reko Haryanto, S.Sos, M.Si melalui Kabid Sosial Yasir Hadibroto, SE mengatakan, 224 jiwa jumlah penyandang disabilitas tersebut tersebar di 11 Kecamatan. Sementara 1 Kecamatan terdapat memiliki penyandang disabilitas terbanyak yakni Kecamatan Uram Jaya, sedangkan 1 Kecamatan tidak memilik penyandang disabilitas yaitu Kecamatan Pinang Belapis.

“Sesuai data kita jumlah penyandang disabilitas ada sebanyak 244 jiwa yang tersebar di 10 Kecamatan dalam Kabupaten Lebong, ” kata Yasir.

Adapun 244 penyandang disabilitas itu diantaranya di Kecamatan Lebong Atas 10 orang, Pelabai 12 orang, Lebong Utara 28 orang, Amen 30 orang, Uram Jaya 88 orang, Lebong Selatan 8 orang, Bingin Kuning 3 orang, Rimbo Pengadang 9 orang, Topos 4 orang, Lebong Tengah 15 orang, dan Lebong Sakti 15 orang.

“Untuk kriteria penyandang disabilitas ini memiliki berbagai faktor, seperti gangguan mental, tuna rungu, tuna daksa, tuna wicara, total blind, dan low vision. Namun dari jumlah tersebut mayoritas penyandang disabilitas ini paling banyak mengidap tuna rungu, dan tuna daksa, ” terangnya.

Dia menjelaskan, disabilitas yang di derita warga tersebut, salah satunya dipengaruhi faktor kesehatan. Sementara itu, untuk penyandang disabilitas ini secara umum telah diberikan bantuan sepErti bantuan korsi roda, alat bantu dengar, tongkat, dan uang tunai. Hanya saja dari jumlah penyandang disabilitas di Lebong ini, untuk program bantuan terakhir diberikan pada tahun 2017 silam melalui dana APBD Kabupaten Lebong, sedangkan beberapa tahun terkahir bantuanya bersumber dari kementerian sosial.

“Untuk bantuan bagi penyandang disabilitas terakhir dialokasi dari anggaran APBD Lebong pada tahun 2017 silam. Sementara beberapa tahun terkahir itu bantuannya dari kementerian sosial pusat, ” sambungnya.(bersambung)

Baca edisi selengkapnya SKH RL 8 Desember 2020