Beranda Nasional Pesta Diperbolehkan, Peristiwa Nikah Meningkat

Pesta Diperbolehkan, Peristiwa Nikah Meningkat

316
Sudah Tradisi, Peristiwa Nikah Usai Lebaran Meningkat
ILUSTRASI BUKU NIKAH

LEBONG – Pasca diperbolehkannya pesta, jumlah peristiwa nikah dengan rentang Januari hingga Mei 2021 meningkat. Kantor Urusan Agama (Kemenag) Kabupaten Lebong mencatat ada sebanyak 245 peristiwa nikah yang terjadi dalam Kabupaten Lebong.

Kepala Kemenag Lebong, H. Heriansayah, S.Ag, MH melalui Kasi Bimas Islam, Arief Azizi, S.Ag, MH menjelaskan, angka peristiwa nikah itu meningkat sejak di bolehkannya pergelaran pesta pernikahan. Sehingga banyak masyarakat yang memilih ingin melaksanakan pernikahan walaupun ditengah masa pandemi Covid-19. Sedangkan ditahun sebelumnya Pemkab Lebong sempat beberapa kali melarang pergelaran acara pesta resepsi pernikahan.

“Angka peristiwa nikah ini meningkat karena faktor di bolehkannya pergelaran pesta resepsi pernikahan ditengah penyebaran wabah Covid-19. Karena memang tradisisinya setelah melangsungkan akad nikah, dilanjutkan dengan menggelar resepsi pesta pernikahan,” katanya.

Lebih jauh, Arifef merincikana, adapun 245 angka peristi pernikahan yang tercatat di kantor Kemenag Lebong itu meliputi, 51 pertistiwa nikah bulan Januari, 60 peritiwa nikah bulan Febuari, 51 peristiwa nikah bulan Maret, 17 peristiwa nikah bulan April, serta 61 peristiwa nikah bulan Mei. Dari angka peritiwa nikah yang dilaporkan masing-masing KUA tersebut, bila dilihat angka peristiwa nikah mengalami peningkatan di bulan Mei 2021 ini. Sebab, pasca lebaran memang mejadi momen masyarakat untuk melaksanakan pernikahan.

“Kalau untuk bulan Juni belum dilaporkan oleh masing-masing KUA, karena memang mengingat masih bulan berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, sambung Arief, dalam melayani proses ijab kabul sendiri, pihaknya memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan dengan ketat. Seperti membatasi maksimal 30 persen jumlah orang dalam satu ruangan baik pelaksanaan akad nikah di balai KUA maupun diluar nalai KUA. Kemudian, penggunaan masker dan mengunakan sarung tangan khusus bagi kedua mempelai.

“Meraka yang datang saat ijab kabul dibatasi maksimal 30 persen orang yang hadir dalam satu ruangan, agar tak menimbulkan kerumunan yang dapat menyebakan penularan wabah Covid-19, ” demikian Arif.(wlk)