Beranda Nasional Pesta Pernikahan Masih Dilarang

Pesta Pernikahan Masih Dilarang

242
Paripurna Pengesahan APBD 2022
Mustarani Abidin

LEBONG – Meskipun saat ini Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, telah mengeluarkan edaran nomor 440/094/Dinkes/2021 tentang Upaya Percepatan Penanganan Kasus Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat yang ditujukan kepada bupati-walikota se-provinsi Bengkulu, namun pesta pernikahan di Kabupaten Lebong masih dilarang. Hal ini disampaikan Sekda Lebong, H. Mustarani Abidin, SH, M.Si kemarin (28/1).
“Sampai saat ini (kemarin, red) kita belum menerima surat resmi tersebut, memang surat itu sudah beredar di beberapa aplikasi pesan elektronik tapi surat resminya belum sampai ke kita,” katanya.
Dari SE Gubernur yang beredar pada aplikasi pesan elektronik ini, lanjutnya, patut menjadi catatan bahwa meski membolehkan digelarnya pesta pernikahan namun pemilik hajatan tidak boleh menyediakan hiburan, tidak menyediakan makanan dalam bentuk prasmanan dan ahli rumah wajib menyediakan peralatan protokol kesehatan dasar berupa masker, handsanitizer dan thermogun.
“Yang jelas, kita menunggu surat edaran ini resmi kita terima. Setelah itu, baru akan kita bahas kembali bersama Satgas Covid-19. Yang pasti, kita (Pemkab, red) akan mempertimbangkan hal ini dengan matang dan tidak merugikan pihak manapun,” terangnya.
Sementara itu, beberapa point yang disebutkan dalam edaran Gubernur Bengkulu nomor 440/094/Dinkes/2021 tentang Upaya Percepatan Penanganan Kasus Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat tertanggal 26 Januari 2021 ini diantaranya Satgas Covid-19 Kabupaten/Kota agar mengevaluasi perkembangan kasus Covid-19 baik kasus Konfirmasi, Kasus Sembuh dan Kasus Kematian. Apabila berdasarkan hasil evaluasi diatas dalam 3 (tiga) minggu terakhir menunjukkan kecenderunganterjadinya penurunan dan kasus dapat dikendalikan, disarankan untuk dapat meninjau kembali dibukanya kegiatan keramaian khususnya resepsi pernikahan.
Kemudian, resepsi pernikahan yang akan dilakukan oleh masyarakat, tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat dan penyelenggara menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) antara lain, pengantin dan Keluarga diwajibkan Rapid Test SWAB Antigen 3 hari sebelum pelaksanaan resepsi dengan hasil Non Reaktif, tidak menyediakan makanan dalam bentuk prasmanan, tidak meyiapkan hiburan, ahli rumah wajib menyediakan peralatan protokol kesehatan dasar berupa masker, handsanitizer dan Thermogun serta tempat duduk berjarak minimal 1 (satu) meter, wajib membagi undangan menjadi 3 (tiga) sesi waktu yang berbeda, undangan dan penyelenggara untuk tidak berjabat tangan. (cw1)