Beranda Bito Sadei Petani Lesu, Harga Cabai Tak Kunjung Naik

Petani Lesu, Harga Cabai Tak Kunjung Naik

137
Petani cabe di Desa Mangkurajo tengah panen cabe.

LEBONG SELATAN – Petani cabai lesu dengan harga cabai yang tak kunjung naik dan masih bertahan di angka Rp 15 ribu per kilo.

Petani Cabai asal Desa Mangkurajo bernama Barokah (35) saat dibincangi Radar Lebong mengatakan, turunnya harga cabai ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Penurunan ini membuat sehingga menyulitkan mereka untung, karena modal yang dipergunakan untuk pengolahan cabe cukup besar, sehingga harus mencari pinjaman dulu.

“Sejak usai Lebaran Idul Fitri hingga Lebaran Idul Adha, harga cabe belum juga stabil akan harganya hanya tetap Rp 15 ribu untuk cabe merah super. Karena untuk mengolah cabe mulsa perlu pupuk dan racun dalam pengolahan sebelumnya,” terang Barokah.

Lanjut Barokah, bahkan dalam kurun 3 bulan ini harga cabai sempat turun dari Rp 30 Ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
“Harga cabe merah belum juga ada kenaikan, bahkan untuk harga cabe kurang bagus, atau bukan super hanya bisa terjual Rp 13 ribu perkilo ditingkat petaninya, apabila cabe super maka bisa terjual Rp 15 ribu perkilo dilahan” keluhnya.

Menurut Barokah, penurunan harga cabai itu disebabkan karena pasokan cabai merah dari petani melimpah. Sementara daya beli masyarakat berkurang. Kerena pada masa pendemi covid-19.

“Petani di Lebong mulai banyak bertanam cabai sejak harga cabai naik, sementara sejak Ramadhan sampai saat ini permintaan cabai berkurang sehingga menyebabkan harga cabai turun,”ungkapnya.(arp)