Beranda Nasional Pinca BaBe MaMan Akui Adanya Pemotongan THR ASN

Pinca BaBe MaMan Akui Adanya Pemotongan THR ASN

439
Pinca Bank Bengkulu Cabang Muara Aman saat memberikan klarifikasi mengenai dugaan pemotongan THR salah satu ASN Pemkab Lebong.

LEBONG – Dugaan pemotongan Tunjangan Hari Raya (THR) salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat DPRD Lebong oleh Bank Bengkulu Cabang Muara Aman (BaBe MaMan) belum lama ini, dibenarkan oleh Pimpinan Cabang (Pinca) BaBe MaMan, Agustian Domargo, SE, dalam klarifikasi yang digelar di kantor BaBe MaMan kemarin (19/5).
“Itu memang benar. Namun sebelum THR ini dipotong, uang tersebut sudah masuk ke rekening nasabah secara full (penuh, red). Karena nasabah belum membayar kewajiban angsuran bulanan, sistem secara otomatis melakukan pemotongan uang THR yang ada di dalam rekening milik nasabah,” katanya.
Dijelaskannya, pada April 2021 lalu penggajian di Sekretariat DPRD Lebong dilakukan secara penuh ke rekening milik nasabah tanpa dilakukan pemotongan angsuran bulanan atas kredit bagi nasabah yang memiliki pinjaman. Harusnya, kata Domargo, gaji tersebut dilakukan pemotongan angsuran bagi nasabah yang memiliki pinjaman dan dilakukan secara otomatis oleh sistem. Hanya saja, gaji milik nasabah ditarik sehingga angsuran yang seharusnya menjadi kewajiban nasabah tidak dibayarkan hingga jatuh tempo kredit.
“Jika nasabah memiliki pinjaman maka angsuran kredit yang termasuk ke dalam rekening tabungan akan ditahan sampai tanggal jatuh tempo kredit, dan itu akan di potong secara otomatis oleh sistem. Sehingga nasabah atas nama Beni Nopian khususnya itu bisa menarik uangnya full, yang sementara uang itu bukan haknya tapi kewajiban untuk membayar angsuran, itu dia tarik, dia nikmati sendiri, bukan bank yang menarik,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, sebelum melakukan pemotongan pihaknya telah berupaya mengkonfirmasi kepada nasabah, namun hal ini ini belum tersambung kepada nasabah. Kemudian, setelah akhir April pihaknya juga mengonfirmasi bendahara Sekretariat DPRD Lebong jika ada terjadi penarikan angsuran kredit.
“Jadi, kalau uang itu ditarik pada saat tanggal jatuh tempo kredit harusnya dia (nasabah, red) memotong uang tersebut. Sementara uang itu sudah di tarik oleh nasabah, jadi angsuran kredit itu menunggak. Maka, sistem akan mengamankan pinjaman atas nama nasabah, sehingga kredit itu tidak menunggak. Jadi sewaktu terjadi tunggakan secara otomatis sistem akan memotong dan mengamankan,” terangnya.
Disinggung mengenai rencana somasi yang akan dilakukan oleh nasabah, Agustian Domargo, mengungkapkan jika pihaknya siap untuk menerima somasi dari nasabah. Hanya saja, pihaknya masih akan melihat dulu bentuk somasi yang diinginkan oleh nasabah tersebut.
“Meski demikian, kita berharap persoalan tidak sampai dilakukan somasi. Tapi, kalaupun harus dilakukan somasi kami siap untuk menerima dan menindaklanjutinya tergantung dari isi somasi tersebut,” pungkasnya. (wlk)