Beranda Hukum Polisi Tetapkan Anak Oknum Kades Sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan Anak Oknum Kades Sebagai Tersangka

102
Tersangka kasus pencurian yang merupakan anak oknum Kades ini saat diperiksa penyidik Polsek Lebong Utara.

LEBONG – Polsek Lebong Utara resmi menetapkan YA (19) yang merupakan anak salah satu oknum Kades di Kecamatan Amen sebagai tersangka dalam kasus pencurian yang terjadi pada salah satu hotel di kawasan Pasar Muara Aman belum lama ini. Diduga, tersangka juga terlibat kasus yang sama di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) lainnya.
Kapolres Lebong AKBP. Ichsan Nur, SIK melalui Kapolsek Lebong Utara AKP L. Naibaho, SH, didampingi Kanit Reskrim, Kanit Reskrim, IPTU. Hasiholan Simanungkalit, SE, membenarkan jika saat ini YA telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, tersangka sudah dititipkan di tahanan Mapolres Lebong untuk proses penyidikan selanjutnya.
“Dan informasi yang kita terima, tersangka ini diduga juga terlibat dibeberapa TKP lainnya tapi hal ini masih kita dalami lagi,” ujarnya.
Diceritakannya, aksi pencurian yang terjadi pada Rabu (28/7) dini hari yang lalu bermula saat tersangka bersama temannya memesan kamar pada salah satu hotel di Pasar Muara Aman. Kemudian, berkisar pukul 02.00 WIB tersangka kembali ke lobi hotel dan melihat ada tas yang berada di atas meja resepsionis. Karena saat itu, lobi hotel dalam kondisi kosong tersangka kemudian memeriksa tas tersebut dan menemukan dompet.
“Tersangka kemudian mengambil uang yang ada di dalam dompet tersebut, karena kepergok resepsionis tersangka kemudian kabur dan bersembunyi disekitar hotel. Tetapi tersangka ini berhasil ditemukan oleh karyawan hotel dan barang bukti dompet dibuang tersangka ke kolam yang ada disekitar lokasi kejadian,” terangnya.
Sejauh ini, sudah ada 6 orang saksi yang diperiksa pihaknya dalam kasus ini. Bahkan, dari pengakuan tersangka kepada penyidik, ia mengaku pernah terlibat kasus serupa di beberapa TKP berbeda seperti yang terjadi pada salah satu warung di Kecamatan Lebong Atas, namun kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Atas perbuatannya tersangka kita jerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” singkatnya. (bye)