Beranda Bito Sadei Puskesmas Sukau Rajo Catat 2 Kasus DBD

Puskesmas Sukau Rajo Catat 2 Kasus DBD

159
Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong bersama Puskesmas Sukau Rajo melakukan fogging di desa Nangai Tayau Kecamatan Amen.

AMEN – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukau Rajo Kecamatan Amen, mencatat sebanyak 2 kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) yang terjadi dalam wilayah Kerjanya sejak Januari hingga Febuari 2021 ini. Jumlah itu menurun jika kita bandingkan dengan jumlah kasus pada bulan yang sama ditahun sebelumnya.

Kepala Puskesmas Sukau Rajo Depi Perianti, SKM mengungkapkan bahwa jumlah kasus DBD dalam wilayahnya itu sama jika dibandingkan dengan jumlah kasus ditahu sebelumnya, tyentunya kasus tersebut berhasil ditekan berkat mulai adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Maka dari itu, dirinya menghimbau agar kepada masyarakat khusunya masyarakat dalam Kecamatan Amen tetap bisa menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan jumlah angka penyakit DBD.

“Sepanjang 2021 ini ada 2 kasus DBD yang kita temukan dalam wilayah kerja Puskesmas Sukau Rajo, tejntu kedepan kita berharap masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Depi Perianti.

Menurutnya, kasus DBD biasanya meningkat pada masa peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan yang seperti sekarang sudah terjadi. Agar jumlah kasus DBD ini dapat terus ditekan, dirinya mengimbaukan dan mengajak masyarakat untuk menggiatkan kegiatan gotong royong serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menghindari penularan penyakit DBD. Kegiatan itu dimaksud yakni dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) seperti melakukan 3M Plus Menguras tempat penampung air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampung air, dan Plus hindari gigitan nyamuk.

“Jadi menerapkan pola hidup bersih dan sehat sangat penting, kedepan diharapkan masyarakat bisa lebih meningkatkan kesadaran diri menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya,” lanjutnya.

Depi menambahkan, selain masyarakat juga diharapkan seluruh pemerintah desa agar selalu melakukan sosialisasi untuk mengingatkan warga diwilayah masing-masing, tujuannya adalah supaya masyarakat bisa secara rutin melakukan gotong royong dengan melakukan gerakan PSN 3M Plus. Kemdian apabila terdapat kasus DBD baru segera melaporkan ke Puskesmas agar bisa langsung tindaklanjuti guna melakukan Penyilidikan Epidimiologi (PE) ke lapangan, agar diketahui nyamuk berasal dari sekitar tempat tinggal penderita atau dari wilayah lain,termasuk juga agar bisa dilakukan fogging pengasapan serta pemberian bubuk abate.

“Pada intinya, untuk menekan angka kasus DBD ini harus dimulai lebih dului dari kesadaran diri masyarakat masing-masing. Terlebih penyakit DBD juga merupakan salah satu penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian,” demikian Depi Perianti. (bye)