Beranda Hukum PWI Surati Polres Lebong

PWI Surati Polres Lebong

174

LEBONG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebong resmi melayangkan surat keberatan atas insiden pengusiran dan larangan peliputan oleh wartawan pada proses rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan ASN yang digelar Polres Lebong belum lama ini. Surat keberatan yang juga ditembuskan ke Polda Bengkulu diserahkan Sekretaris PWI Lebong, Dwi Nopianto, A.Md, ke Polres Lebong kemarin (26/2).
“Terhadap insiden yang dialami oleh rekan-rekan wartawan yang hendak melakukan tugas pers namun dilarang oleh anggota Polres Lebong, tadi (kemarin, red) kita sudah menyampaikan surat resmi mengenai keberatan terhadap upaya menghalang-halangi tugas pers sebagaimana yang diatur dalam UU pers,” kata Dwi.
Disebutkannya, pada kejadian itu ada 11 wartawan yang bertugas di Kabupaten Lebong yang mendapat pengusiran dari anggota Polres Lebong saat akan melakukan peliputan proses rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan ASN yang menyita perhatian publik tersebut.
“Pada surat keberatan ini kita juga menyampaikan nama-nama anggota kepolisian yang diduga memberikan perintah melarang dan mengusir wartawan yang hendak melakukan tugas pers dari lokasi kejadian, hingga akhir perintah ini ditindak lanjuti polisi bersenjata dengan mengusir bahkan mendorong wartawan keluar dari area police line,” bebernya.
Disebutkannya, sesuai dengan UU Pers nomor 40 tahun 1999 upaya menghalang-halangi pelaksanaan tugas pers juga bisa diancam pidana sesuai dengan ketentuan tersebut. Disamping itu, jika merujuk pada UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, rekonstruksi tidak termasuk dalam kategori informasi yang dikecualikan. Apalagi, kasus dugaan pembunuhan ASN Pemkab Lebong dengan tersangka suami korban sendiri, menyita perhatian publik.
“Kita meminta pertanggung jawaban serta klarifikasi dari pihak Kepolisian Lebong atas insiden ini,” pungkasnya. (cw1)