Beranda Nasional Realisasi PAD Galian C Baru 9,37 Persen

Realisasi PAD Galian C Baru 9,37 Persen

95
Rudi Hartono

LEBONG – Bidang Pendapatan dan Bagi Hasil BKD Lebong akan segera menyurati seluruh pihak pertambangan galian C yang bergerak dalam wilayah Kabupaten Lebong, langka itu dilakukan karena mengingat masih minimnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan gali C yang aktif di Kabupaten Lenong. Bagaimana tidak, hingga Juni realisasi PAD galian C baru mencapai sebesar Rp 37 juta dari target 400 juta yang siludah ditetapkan.
Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, Erik Rosadi, SSTP, M.Si, melalui Kabid Pendapatan dan Bagi Hasil BKD Lebong Rudi Hartono, SE, M.Ak membenarkan jika realisasi setoran PAD yang baru diterima pihaknya masih sangan minim dari target yang sudah ditetapkan. Untuk itulah, pihaknya akan segera melayangkan surat pemberitahuan kepada masing-masing pertambangan dapat segera melaukuan laporan penyetoran PAD atas usaha pertambangan yang digeluti.
“Per Juni lalu setoran PAD dari pertambangan galian C baru mencapai Rp 37.472.275 atau 9,37 persen,” ungkap Rudi saat dibincangi diruang kerjanya kemarin (27/7).
Menurutnya, realisasi PAD galian C itu baru hanya beberapa tambang saja yang telah melakukan penyetoran PAD. Selain itu minimnya setoran PAD galian C ini juga disebabkan karena berpengaruh terhadap dengan berkurangnya aktivitas pembangunan dalam Kabupaten Lebong akibat dampak pamdemi Covid-19. Meski demikian, pihaknya berharap melalui surat yang akan dilayangkan tersebut masing-masing pertambangan galian C dapat segera melakukan penyetoran kepada pihaknya.
“Belum seluruh tambang yang melakukan penyetoran PAD terhadap usaha mereka. Mudah-mudahan melalui surat yang akan dilayangkan ini bisa menunjukan progres,” katanya.
Ditambahkannya, adapun kelima pertambangan galian C yang aktif bergerak di Kabupaten Lebong tersebut yakni pertambangan milik M. Ageng, Royana, Hamdan, Hadisantoso, dan Hanapia Makmun. Tentu mereka yang aktif beroperasi telah mengantongi izin resmi serta legalitas yang sah, meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, pihaknya tetap optimis target PAD sebesar Rp 400 yang sudah ditetapkan dari kelima tambang tersebut bisa terealisasi.
“Kita optimis target PAD dari sektor pertambangan galian C ini terealisasi 100 persen hingga Desember 2021 mendatang,” singkatnya. (wlk)