Beranda Bengkulu Utara Rehab Sekolah Melalui DAK, Dicurigai

Rehab Sekolah Melalui DAK, Dicurigai

152
Salah satu kondisi sekolah di Bengkulu Utara

BENGKULU UTARA – Masih banyaknya sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara yang dalam kondisi memprihatinkan dan tidak layak untuk menjadi tempat Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) menjadi sorotan banyak pihak. Bagaimana tidak, bertahun-tahun belakangan ini Dinas Pendidikan (Dispendik) Bengkulu Utara mendapatkan kucuran anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak Miliaran Rupiah untuk rehabilitasi gedung, namun pada faktanya di lapangan, realisasi dan penyebaran anggaran ini dinilai sarat kepentingan dan terindikasi banyak penyimpangan.
Hal ini dibuktikan, selain banyaknya sekolah yang masih dalam kondisi memprihatinkan namun tidak kunjung di rehabilitasi, dan juga adanya sekolah yang dinilai sudah layak dan gedung dalam kondisi baik, justru tetap diberikan bantuan rehabilitasi oleh pihak Dispendik Bengkulu Utara. Menariknya, temuan awak media di lapangan, ada beberapa sekolah yang jelas mengaku kondisi gedung KBMnya dalam kondisi baik, lantaran baru menerima bantuan rehab tahun sebelumnya, menolak bantuan rehab kembali yang diberikan pada tahun berjalan. Hal ini cukup menjadi catatan tersendiri, adanya indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di penyelenggaraan kegiatan rehabilitasi sekolah di Bengkulu Utara dari Dispendik BU.
Salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) Syamsurizal ditemui awka media, tidak membantah kondisi temuan awak media di lapangan. Ia pun sempat menemukan, adanya sekolah yang menolak menerima bantuan rehabilitasi gedung dari DAK tersebut. Ia pun mengaku juga, menemukan adanya indikasi penyimpangan pada teknis pekerjaan rehabilitasi sekolah tersebut di sejumlah sekolah yang menerima DAK alokasi anggaran Tahun 2019 dan 2020. Dan ia berharap, Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melek atas kondisi ini, karena hal ini jelas terkesan merugikan negara.
“Kami pun heran, dengan secara swakelola yang langsung ditangani oleh Kepala Sekolah, masa iya pekerjaan fisik rehab sekolah terkesan asal-asalan dan banyak sekali dugaan penyimpangan yang terjadi. Yang lebih membuat kami heran lagi, oknum Kepala Sekolah ini jelas, yang bertanggung jawab menerima anggaran untuk membangun sekolah yang ia pimpin, masa iya pekerjaannya dibuat banyak sekali indikasi penyimpangannya. Semoga saja, apa yang kami curigai ini salah, dan kami meminta APH untuk melek akan hal ini, karena jelas ini telah merugikan negara,” jelasnya.
Guna membenarkan informasi yang diterima awak media, adanya sekolah yang sempat menolak bantuan DAK ini, awak media pun mencoba mendatangi sekolah tersebut. Sayangnya, ketika awak media meminta tanggapan, kepala sekolah mengakui telah menolak bantuan rehab tersebut, namun ia tidak ingin namanya di ekspose.
“Iya, kami sengaja menolak bantuan rehab DAK dari Dispendik. Karena, kami menilai, kondisi banguan gedung KBM kami sudah dalam kondisi baik, dan layak untuk melakukan aktivitas KBM. Terlebih lagi, tahun sebelumnya, kami juga sudah mendapatkan bantuan rehab untuk beberapa lokal, dan saat ini tidak ada lagi gedung sekolah kami yang dalam kondisi memprihatinkan atau butuh direhab, sehingga bantuan rehab yang ditawarkan ke kami sengaja kami tolak. Mengenai, kemana anggaran untuk alokasi sekolahnya tersebut, ia mengaku silahkan ke Dispendik, karena kami tidak tahu,” singkat Kepsek. (aer)