Beranda Hukum Resmi Jadi Terdakwa, 2 Dewan Masih Berstatus Anggota Aktif

Resmi Jadi Terdakwa, 2 Dewan Masih Berstatus Anggota Aktif

1019
Indra Gunawan, S.Pi, M.Si

LEBONG – Meski saat ini 2 orang anggota DPRD Lebong periode 2019-2024 yakni AM dan Ma telah resmi menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pada anggaran rutin Sekretariat DPRD Lebong tahun anggaran 2016 dan telah menjalani 2 kali persidangan di Pengadilan Tipikor Bengkulu, ternyata keduanya masih berstatus anggota aktif dan belum diajukan pemberhentian sementara. DPRD Lebong sendiri masih menunggu keputusan hukum dari majelis hakim untuk memberhentikan kedua anggota DPRD Lebong tersebut.
Plt. Sekretaris DPRD Lebong, Indra Gunawan, S.Pi, M.Si, membenarkan jika hingga saat ini pihaknya belum mengajukan usulan pemberhentian terhadap AM dan Ma yang saat ini menjadi terdakwa kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Bengkulu. Menurutnya, belum diajukannya usulan pemberhentian ini lantaran pihanya masih menunggu keputusan majelis hakim dalam perkara tersebut.
“Apabila proses hukumnya sudah selesai, baru kami akan mengajukan surat pemberhentian terhadap yang bersangkutan. Mengenai gaji dan tunjangan, selama SK nya masih aktif, hak mereka akan tetap kita bayarkan,” ungkapnya.
Dirinya juga mengaku belum lama ini pihaknya telah menerima surat pemberitahuan proses penanganan perkara Tipikor terdakwa AM dan Ma dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong. Meski demikian, dirinya menegaskan jika kedua anggota DPRD Lebong yang saat ini sudah menjadi terdakwa, masih merupakan anggota aktif DPRD Lebong periode 2019-2024.
“Gaji tetap kami bayarkan karena masih berpatokan dengan SK lama, tapi untuk tunjangan dan lainnya tidak diberikan,” terangnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Lebong melalui laman SIPP Pengadilan Negeri Bengkulu, perkara dengan nomor 26/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bgl dengan klasifikasi Tindak Pidana Korupsi, saat ini sudah 2 kali menjalani persidangan. Bahkan, jika tidak ada kendala persidangan ketiga dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi dari PH terdakwa akan digelar pada Rabu (29/9) mendatang. (bye)