Beranda Nasional RSUD Lebong Alami Kekosongan Oksigen

RSUD Lebong Alami Kekosongan Oksigen

146
Tabung oksigen di RSUD Lebong dalam kondisi kosong akibat kelangkaan oksigen yang terjadi.

LEBONG – Sejak satu minggu belakangan ini, stok oksigen di RSUD Lebong mulai mengalami kekosongan. Bahkan, dari 38 tabung oksigen ukuran 6m3 saat ini sudah dalam kondisi kosong. Kondisi ini disebabkan karena kelangkaan stok oksigen yang dialami oleh pihak rekanan RSUD Lebong di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Plt. Direktur RSUD Lebong, Rachman, SKM, melalui Kasubid Sarana dan Prasarana, Hernandes, SKM, menjelaskan total tabung oksigen yang ada di RSUD Lebong sebanyak 38 tabung ukuran 6m3. Ia mengaku, sejak satu minggu belakangan ini pihaknya mengalami kekosongan stok oksigen hal ini disebabkan karena kelangkaan yang dialami oleh pihak rekanan yang bisa menjadi penyuplai oksigen ke RSUD Lebong.
“Kita dapatkan oksigen ini dari pihak outsourcing atau pihak ketiga yang berada di Kota Lubuklinggau. Tapi, mereka saat ini juga mengalami kekosongan stok oksigen sehingga hal ini berdampak kepada kita,” ungkapnya.
Tabung oksigen ini, lanjutnya, biasa digunakan untuk pertolongan pada pasien yang berada di ruangan HCU, VIP serta ruangan isolasi mandiri bagi pasien Covid-19. Pihaknya, mengaku kesulitan untuk mendapatkan pasokan oksigen ini.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak rekanan ini, tapi mereka juga kekurangan stok. Kadang kita dapat juga jumlahnya tidak mencapai 38 tabung,” lanjutnya.
Dari informasi rekanan, kekosongan stok oksigen ini terjadi karena oksigen tersebut banyak dikirim ke luar daerah bahkan dikirim ke pulau Jawa seiring dengan bertambahnya kasus Covid-19 di beberapa pulau Jawa sehingga membutuhkan oksigen yang lebih banyak.
“Biasanya tidak seperti ini, mungkin karena penambahan kasus Covid-19 di pulau Jawa sehingga oksigen tersebut dikirim ke sana,” terangnya.
Terkait dengan kondisi ini, pihaknya berharap agar masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini. Bahkan, sejauh ini pihaknya tetap berupaya agar kekosongan stok oksigen ini dapat segera teratasi.
“Untuk saat ini kami harap warga dapat mengerti akan kondisi ini, dan sampai saat ini kami masih menunggu kiriman stok oksigen dari pihak rekanan,” singkatnya. (pry)