Beranda Nasional RSUD Lebong Cuma Miliki 2 Dokter Spesialis

RSUD Lebong Cuma Miliki 2 Dokter Spesialis

590
Aduh, Pelajar Asyik Main Wifi Gratis di RSUD Lebong
SYAHRUL

LEBONG – Perubahan status RSUD Lebong dari tipe D menjadi Tipe C yang menjadi salah satu visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Lebong saat ini tampaknya merupakan pekerjaan berat. Bagaimana tidak, diketahui hingga saat ini RSUD Lebong hanya memiliki 2 orang tenaga dokter berstatus sebagai ASN, sedangkan beberapa tenaga dokter spesialis lainnya di RSUD Lebong hanya merupakan tenaga kontrak yang berasal dari daerah lain.
Direktur RSUD Lebong, dr. Ari Afriawan melalui Kasubbid Pelayanan, Syahrul, Amd.Keb, SKM, mengungkapkan 2 orang tenaga dokter yang berstatus ASN Pemkab Lebong ini adalah dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis patologi klinis. Sedangkan dokter spesialis yang masih menggunakan sistem kontrak diantaranya dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, dokter spesialis saraf, dokter spesialis ahli bedah dan dokter spesialis kandungan.
“Bahkan spesialis ahli kandungan yang kita miliki saat ini merupakan bantuan dari pusat melalui program PDGS (Pendayagunaan Dokter Spesialis) yang masa kunjungan kerjanya tidak lama akan ditarik kembali oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.
Meski demikian, dirinya mengaku jika pihaknya telah menyiapkan beberapa kebutuhan perubahan status RSUD Lebong dari tipe D menjadi tipe C. Hanya saja, perubahan status ini mustahil terwujud jika salah satu syaratnya tidak terpenuhi.
“Syarat utama perubahan status ini adalah ketersediaan dokter spesialis, jika ini tidak bisa dipenuhi sangat mustahil perubahan status dari tipe D ke tipe C bisa terealisasi. Namun, kita sudah menyampaikan usulan pemenuhan dokter spesialis ini ke Pemkab Lebong,” terangnya.
Saat ini, tambahnya, pihaknya juga telah melengkapi beberapa syarat lain perubahan status RSUD Lebong ini diantaranya ketersediaan sarana penunjang seperti jumlah tempat tidur mencapai sebanyak 104 unit dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kalau mendatangkan dokter spesialis dari luar daerah, tentu ini akan memakan biaya yang sangat besar baik dari dari sarana penunjangnya maupun kebutuhan lain,” tutupnya. (pry)