Beranda Nasional RSUD Siapkan 18 Ruang Isolasi

RSUD Siapkan 18 Ruang Isolasi

192
Direktur RSUD Kabupaten Lebong menunjukan gedung untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi.

LEBONG – Guna mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 pasca Pilkada serentak 2020. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong, telah menyiapkan 18 ruangan untuk pasien Covid-19 yang dilengkapi berbagai fasilitas sarana dan prasara (Sapras) yang memadai. Hal ini disampaikan Direktur RSUD Lebong dr. Ari Afriawan kepada Radar Lebong Minggu, (6/12).

“Benar, saat ini RSUD sudah menyiapkan ruangan isolasi khusus untuk pasien Covid-19,” ungkap Ari sapaan akrabnya kepada Radar Lebong saat melihat gedung isolasi pasien Covid-19.

Disebutkan Ari, adapun fasilitas sarana dan prasana raung isolasi khusus pasien Covid-19 yang telah disiapkan diantaranya, 18 tempat tidur untuk pasien, 2 tempat tidur dilengkapi ventilator, 16 tempat tidur non ventilator, 2 ruangan bertekanan negatif, serta alat penunjang lainnya.

“Dari segi sarana dan prasana untuk ruang khusus pasien Covid-19, kita sudah sangat siap dan cukup memadai. Tapi yang belum kita siapkan aglah dibidang Sumber Daya Manusia (SDM), ” ujarnya.

Dia menjelaskan, SDM yang dimaksud belum siap itu dalam hal tidak mencukupi. Karena tenaga spesialis untuk penyakit dalam hanya memiliki 1 orang saja dan untuk tenga spesialis yang ada ini sangat dilindungi jangan sampai terpapar Covid-19. Jika 1 orang ini terpapar Covid-19, maka pelayanan poli rawat jalan, rawat inap akan menjadi terhambat otomatis tidak bisa dilayani. Kemudian tenaga perawat karena mereka yang diambil ini bukan khusus untuk diruang Covid-19, melainkan perawat yang berada di ruang lain dan otomatis pelayanan lainnya juga sangat berdampak.

“Untuk segi sarana kita sudah siap mulai dari logistik, APD, obat-obatan sudah lengkap untuk antisipasi apabila ada lonjakan kasus Covid-19, seperti pasca Pilkada, dan Imunisasi sudah kita siapkan, “terangnya.

Lanjutnya, Dia juga mengaku untuk ruang isolasi sendiri sudah pernah terpakai menangani beberapa pasien positif, namun sesuai dengan kelas RSUD tipe D hanya menangani pasien gejala ringan dan gejala sedang. Sementara, untuk pasien Covid-19 yang memiliki gejala berat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Oleh karena itu, guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang paripurna, maka sangat dibutuhkan adanya penambahan SDM sesuai dengan RSUD tipe D.

“Harapan kami kepada pemerintah daerah adanya penambahan SDM dengan cara pengadaan dokter spesialis ASN, kemudian import atau menarik tenaga spesialis dari luar dengan cara MoU, dan mencetak dokter spesialis sendiri dengan cara menyekolahkan dokter umum yang ada di Kabupaten Lebong dengan dibiayai pemerintah, ” demikian Ari Afriawan. (wlk)