Beranda Bengkulu Utara Sakit Hati dengan Mantan Suami, Anak Dianianya Hingga Tewas

Sakit Hati dengan Mantan Suami, Anak Dianianya Hingga Tewas

523
Pelaku penganiaya anak kandung hingga tewas

BENGKULU UTARA – Lantaran sakit hati dengan mantan suaminya, DR (21) tega melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri hingga tewas. Hal tersebut diakuinya setelah pihak jajaran Satreskrim Polres BU, Senin (14/6) merilis terkait dengan tindakan penganiayaan yang dilakukan DR pada Rabu (9/6) lalu.
“Ya, faktor penyebabnya lantaran saya sakit hati dengan mantan suami saya yang berselingkuh, sehingga anak saya menjadi pelampiasan,” terang DR saat dikonfirmasi awak media.
DR pun menyesalkan atas perbuatannya tersebut dan, akibat dirinya pun rela mendekam dibalik jeruji untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.
“Saya menyesal, apalagi pada malam pertama saya di dalam Sel saya didatangi dalam mimpi oleh anak saya,”ungkapnya.
Sementara itu, Wakapolres BU Kompol PM Amin SAg dalam press rilisnya, mengatakan, bahwa dari pengakuan pelaku, dirinya tega melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak lantaran dirinya emosi sesaat terhadap kenakalan anaknya. Ditambah lagi diketahui bahwa sakit hati terhadap mantan suaminya.
“Dari keterangan pelaku dirinya tega menganiaya anaknya sendiri lantaran emosi terhadap kenakalan anaknya dan sakit hati terhadap mantan suaminya,”kata kompol Amin.
Lebih lanjut, Kompol Amin menuturkan, bahwa pelaku menganiaya anaknya dengan cara memukul anaknya dengan menggunakan hanger (penjemur pakaian) serta membenturkan kepala anaknya dinding. Pelaku juga sempat mencuci pakaian anaknya yang terkena lumuran darah. Setelah itu baru pelaku memberitahukan kepada suami keduanya yang dinikahi secara siri. Lalu diberitahukan kepada warga dan kepala desa hingga ke pihak kepolisian. Pelaku aslinya merupakan warga Kabupaten Lebong dan baru tinggal di daerah Kecamatan Napal Putih bersama suami sirinya dengan bekerja sebagai buruh tani.
“Akibat perbuatanya pelaku terjerat sesuai dengan pasal yang diterapkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam Pasal 80 UU 35/2014 Sub pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman 20 tahun penjara,”tandasnya. (aer)