Beranda Politik Saling Lapor 2 Tim Paslon, Diarahkan ke Polisi

Saling Lapor 2 Tim Paslon, Diarahkan ke Polisi

180
Bawaslu Lebong mengelar release terkait saling lapor antara 2 tim paslon

LEBONG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lebong resmi menghentikan proses penyelidikan kasus saling lapor antara 2 tim pasangan calon (paslon) Pilkada Lebong. Meski demikian, kasus ini bakal diarahkan untuk diserahkan ke Polisi.
“Dari hasil pleno yang kita lakukan tadi (kemarin, red) kita berkesimpulan jika laporan yang disampaikan oleh masing-masing tim ini tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu karena itu kasus ini kita hentikan prosesnya. Jadi, kita tidak akan melakukan pemeriksaan ataupun permintaan keterangan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait,” ungkap Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Lebong, Sabdi Destian, S.Sos, kemarin (12/10).
Meski demikian, lanjutnya, dalam laporan kedua pihak ini berdasarkan video singkat yang diunggah salah satu akun media sosial (medsos), karena itu pihaknya bakal menyurati pihak kepolisian.
“Mengingat adanya penggunaan informasi dan transaksi elektronik dari kasus ini, maka kita akan menyurati pihak kepolisian,” ujarnya.
Diketahui, kasus ini pertama kali dilaposkan oleh Satgas Paslon nomor urut 4 ke Bawaslu Lebong terkait beredarnya video di medsos yang diunggah salah satu akun milik warga Lebong. Dalam video tersebut, tampak 5 orang yang mengaku sebagai anggota Satgas paslon nomor urut 4 mendatangi posko pemenangan Paslon nomor urut 3 dan menyatakan mendukung paslon nomor urut 3. Karena video tersebut, Satgas paslon nomor urut 4 melapor ke Bawaslu dengan dugaan jika video tersebut merupakan settingan dan pembohongan publik. Tak terima dengan laporan tersebut, Tim Hukum dan Advokasi Paslon nomor urut 3 balik melaporkan Satgas Paslon nomor 4 ke Bawaslu Lebong. (bye)