Beranda Hukum Satgas Covid-19 Tunggu Surat Resmi Pemprov

Satgas Covid-19 Tunggu Surat Resmi Pemprov

202
Satgas Covid-19 Kabupaten Lebong masih menunggu edaran resmi dari Pemprov Bengkulu mengenai pembukaan izin keramaian ditengah masyarakat.

//Soal Resepsi Pernikahan

LEBONG – Menyikapi aspirasi dari pelaku usaha jasa resepsi pernikahan di Kabupaten Lebong, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Lebong menggelar rapat koordinasi Satgas Covid-19 Lebong. Meski masih menunggu surat resmi dari Pemprov Bengkulu terkait dengan rencana pembukaan keran digelarnya resepsi pernikahan ditengah masyarakat, namun Satgas Covid-19 Lebong bakal tetap mematuhi instruksi Mendagri nomor 2 Tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran Covid-19.
Wakil Ketua Satgas Covid-19 Lebong, AKBP Ichsan Nur, SIK, dalam rapat ini kemarin memastikan jika Satgas Covid-19 Lebong akan tetap mematuhi instruksi yang telah dikeluarkan pemerintah pusat terkait dengan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
“Ada 4 hal yang patut kita tegaskan dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran prokes Covid-19 ini diantaranya untuk kembali ke Zona Hijau setidaknya BTT yang sudah dianggarkan harus diprioritaskan untuk penanganan Covid-19 dan Bencana Alam, mendirikan kembali Posko Covid-19 di pintu masuk Kabupaten Lebong yang selama ini vakum, kemudian mensosialisasikan gerakan 3 M, serta Satgas Covid-19 dan tim Yustisi akan tetap menindak lanjuti keramaian yang masih dilaksanakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Mengenai aspirasi yang telah disampaikan oleh pelaku usaha jasa resepsi pernikahan di Kabupaten Lebong, dirinya menegaskan jika hal tersebut belum dapat penuhi untuk membuka izin keramaian ditengah masyarakat karena pihaknya masih tetap berpedoman pada instruksi yang telah disampaikan oleh pemerintah pusat sesuai dengan instruksi Mendagri nomor 2 Tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran Covid-19.
“Kegiatan keramaian yang boleh dilaksanakan tetap sesuai dengan instruksi pemerintah pusat yakni jumlah pesertanya hanya sebanyak 50-60 orang saja. Jika melebihi dari jumlah tersebut, tentu akan kita tindak sesuai ketentuan berlaku,” ujarnya.
Meski demikian, Waka I Satgas Covid-19 yang juga merupakan Kapolres Lebong menambahkan jika sejauh ini pihaknya masih menunggu surat edaran Gubernur Bengkulu mengenai hal tersebut. Jika surat ini telah diterima, baru hal ini bakal ditindak lanjuti pihaknya bersama para pelaku jasa usaha resepsi pernikahan di Lebong.
“Kita tunggu saja Surat Edaran Gubernur. Karena dari informasi yang kita terima, dari simulasi pernikahan yang dilaksanakan di Bengkulu tersebut, kegiatan ini boleh dilaksanakan dengan catatan tetap memberdayakan Satgas Covid-19 untuk melakukan pengawasan. Dan kami berharap hal ini dapat dipatuhi bersama mengingat saat ini Lebong sudah berada dalam Zona Orange,” pungkasnya. (cw1)