Beranda Nasional Se-Bengkulu, Lebong Paling Rendah Sadar BABS

Se-Bengkulu, Lebong Paling Rendah Sadar BABS

276
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong ketika menyampaikan langka-langka untuk mencapai desa Open Defecation Free.

LEBONG – Ada yang menarik dari kegiatan penguatan dukungan desa Open Defecation Free (ODF) alias stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dalam rangka menuju Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tahun 2021 yang digelar Dinkes Lebong di aula Bappeda Lebong kemarin (8/3). Terungkap pada kegiatan ini Kabupaten Lebong merupakan wilayah terendah belum sadar ODF dalam Provinsi Bengkulu.
“Sesuai data Pemprov Bengkulu, kita (Lebong, red) masuk dalam katagori merupakan wilayah terendah desa belum sadar ODF atau jamban sehat. Kami berharap dukungan dan kerjasama dari seluruh Camat dan desa untuk meningkatkan desa ODF pada wilayah masing-masing,” ungkap Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM kemarin.
Disebutkannya, dari 93 desa dan 11 kelurahan tercatat baru 12 desa yang sudah mendeklarasikan ODF atau baru 11,54 persen. Desa-desa ini diantaranya Kota Baru Santan, Suka Rajo, Talang Donok I, Tabeak Kauk, Sukau Datang I, Tabeak Blau II, Sungai Gerong, Pangkalan, Kota Baru I, Kampung Dalam Kecamatan Lebong Utara, Magelang Baru Kecamatan Lebong Sakti dan Desa Suka Negeri Kecamatan Topos.
“Untuk meningkatkan desa ODF perlu dilakukan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat merubah perilaku higienis dan saniter dengan tujuan menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan dengan perilaku melalui penciptaan kondisi sanitasi total. STBM memiliki 5 Pilar, dimana Pilar 4 (Pengelolaan Sampah Rumah Tangga) dan Pilar 5 (Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga) merupakan implementasi untuk mewujudkan Indonesia Bersih,” terangnya.
Dalam Pilar 4 STBM, masyarakat diharapkan melakukan pengelolaan sampah dilingkungan rumah tangga masing-masing. Pengelolaan Sampah mulai dari memilah, memiliki tempat sampah yang baik, dan mampu melakukan daur ulang sampah atau konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan pengelolaan sampah yang baik maka masyarakat akan terjamin kualitas kesehatan lingkungan dan menurunnya resiko dampak sampah terhadap kesehatan.
“Dalam Pilar 5 STBM masyarakat diharuskan dapat mengelola limbah cair rumah tangganya dengan baik, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitarnya dan sumber air yang akhirnya akan berdampak pada kesehatan,” tambahnya.
Pihaknya akan terus berupaya mendorong program pemicuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) stop buang air besar sembarangan kepada masyarakat. Salah satunya akan melakukan kegiatan pasca STBM bagi desa desa yang capaian akses sanitasinya yang sudah tinggi dan perubahan kesadaran masyarakat akan jamban sehat yang tinggi melalui pemicuan STBM yang akan dilakukan pihaknya.
“Tujuan program pemicuan STBM dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perubahan perilaku buang air besar yang sehat sehingga dapat memutuskan alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit, karena perilaku BABS merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya berbagai wabah penyakit,” demikian Rachman.
Sementara itu, kegiatan penguatan dukungan desa Open Defecation Free (ODF) menuju Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tahun 2021 ini kemarin juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lebong (Wabup) Drs. Fahkrurrozi, M.Pd, Asisten I, Jafri, S.Sos, Plt. Kepala Bappeda Lebong, Drs. Robert Rio Mantovani, Pabung Kodim 0409 RL, dan seluruh Camat se-Kabupaten Lebong. (wlk)