Beranda Nasional Simulasi Putungsura, TPS Disemprot Disinfektan

Simulasi Putungsura, TPS Disemprot Disinfektan

178
Salah satu anggota PPK saat memotret hasil penghitungan suara untuk di upload ke aplikasi Sirekap.

LEBONG – Dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara (Putungsura) Pilkada serentak 2020 yang digelar KPU Lebong belum lama ini, hampir seluruh tahapan putungsura dilaksanakan dengan penyemprotan disinfektan. Hal ini ini mengantisipasi munculnya claster Covid-19 melalui Pilkada serentak 9 Desember mendatang.
Divisi Teknis Penyelenggara KPU Lebong, Yoki Setiawan, S.Sos, memastikan jika seluruh tahapan putungsura yang dilaksanakan ini tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Sehingga, pemilih tidak perlu ragu untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya pada Pilkada mendatang.
“Seluruh tahapan kita laksanakan sesuai dengan prokes Covid-19 mulai dari pendaftaran pemilih TPS yang lebih dulu diharuskan mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh. Para pemilih ini juga harus menggunakan masker dan sarung tangan saat datang ke TPS,” katanya.
Prokes Covid-19 ini tidak hanya berlaku bagi pemilih saja, namun penyelenggara pemilu yang ada di TPS juga dilengkapi dengan alat pelindung diri mulai dari masker, sarung tangan hingga face shield (pelindung wajah, red).
“Sebelum masuk ke TPS pemilih akan diperiksa dulu suhu tubuhnya, jika pemilih tersebut suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius maka akan diarahkan ke bilik khusus yang sudah disediakan,” lanjutnya.
Ditambahkannya, tidak hanya pada proses pemungutan suara saja namun proses penghitungan suara juga tetap dilakukan sesuai dengan prokes Covid-19. Bahkan, dalam penghitungan suara ini pihaknya juga melaksanakan simulasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) yang menjadi alat bantu bagi penyelenggara pemilu.
“Sirekap ini khusus untuk penyelenggara Pemilu saja, sedangkan untuk saksi calon maupun pengawas TPS, nanti akan mendapat formulir C salinan KWK,” singkatnya. (bye)