Beranda Nasional Sinkronisasi Visi-Misi Bupati dengan Program OPD

Sinkronisasi Visi-Misi Bupati dengan Program OPD

287
Kepala Bappeda presentasi arah kebijakan Visi dan Misi Bupati

LEBONG – Dalam upaya menyesuaikan program strategis Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Lebong dengan visi Lebong Sejahtera dan Bahagia serta 5 misi Bupati dan Wakil Bupati Lebong periode 2021-2024, Kopli Ansori-Drs. Fahrurrozi, M.Pd, kemarin (2/3) Pemkab Lebong menggelar rapat sinkronisasi yang digelar di ruang Bina Praja Setdakab Lebong.
Pantauan dilapangan, dalam rapat yang dipimpin Bupati Kopli Ansori dan Wabup Drs. Fahrurrozi, M.Pd dan dihadiri dalam oleh seluruh Kepala OPD dijajaran Pemkab Lebong, masing-masing OPD melakukan persentasi kebijakan strategis untuk mendukung visi Sejahtera dan Bahagia. Menariknya, dalam kesempatan itu sempat dilakukan pemutaran rekaman isi suara janji politik Bupati dan Wabup Lebong.
“Pemutaran rekaman ini atas persetujuan Bupati, untuk menegaskan dan mengingatkan kembali bahwa kebijakan strategis masing-masing OPD harus mengacu pada visi serta misi Bupati,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebong, Zamhari Bahrun, SH, MH.
Menurutnya, visi-misi Bupati dan Wabup ini mustahil terwujud jika tidak didukung dengan data yang real, contohnya pada program pembangunan 300 Km Jalan Usaha Tani (JUT) yang dijanjikan oleh Bupati dan Wabup saat kampanye Pilkada lalu. Berdasarkan data dalam RTRW, lahan sawah hanya sebanyak 4,9 persen sedangkan lahan pertanian sektor perkebunan sebanyak 16 persen.
“Sedangkan jika dari data BPS, luas sawah 9.500 hektar sedangkan luas perkebunan lebih kurang 7.000 hektar. Artinya, potensi perkebunan juga berpotensi untuk digarap sehingga bukan mustahil untuk merealisasikan program 300 Km JUT sawah ini, karena masih ada satu sektor yang bapak lupakan, yaitu irigasi perkebunan dan JUT perkebunan,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Zamhari, sistem perkebunan masyarakat di Lebong masih menggunakan cara-cara tradisional adat bukan tradisi modern atau hanya mengandalkan perkebunan kopi dengan panen 1 kali setahun tanpa adanya pemanfaatan lahan kebun tersebut untuk kegiatan perkebunan lain.
“Dan kami di DLH saat ini tengah mengembangkan limbah kopi menjadi arang sekam untuk dijadikan pupuk kompos yang juga berguna untuk menyuburkan tanaman dan hal inipun dapat menjaga kesimbangan lingkungan yang sama-sama ketahui merupakan salah satu program pak Bupati,” lanjutnya.
Dijelaskannya, satu desa hanya membutuhkan modal Rp 1 juta untuk dapat menghasilkan arang atau karbon dengan teknologi pembuatan arang sekam untuk mendukung produksi kompos untuk dimanfaatkan sebagai penyubur tanah. Hal ini juga sekaligus dapat menjaga kebersihan aliran sungai di Lebong karena limbah perkebunan ini tidak dibuang sembarang.
“Dan tahun ini kita juga telah merencakan merencanakan untuk menandatangani MoU bersama PT Pertamina Persero untuk mengendalikan lahan-lahan kritis dan lahan yang sering terkena bencana alam. Dari proses itu, kita akan menerima CSR,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Bupati Kopli Ansori menyambut baik rencana yang akan dilakukan DLH Lebong. Bahkan, dirinya meminta agar rencana kegiatan tersebut dapat segera direalisasikan untuk menunjang terwujudkan visi Lebong Bahagia dan Sejahtera.
“Jika hal ini bisa berjalan dalam waktu dekat, hal ini akan dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat kita yang mayoritas adalah petani,” singkat Bupati. (cw1)