Beranda Nasional Tahun Ini, Pemkab Tak Siapkan Pasar Bukoan

Tahun Ini, Pemkab Tak Siapkan Pasar Bukoan

124
Tampak beberapa lapak yang sudah didirikan di depan PTM eks kios Pasar Muara Aman.

//Pedagang Boleh Jualan Depan Rumah

LEBONG – Ramadhan tahun tampaknya bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, jika tahun sebelumnya Pemkab Lebong menyiapkan lokasi khusus bagi pedagang bukoan (takjil, red) namun pada tahun ini Pemkab Lebong tidak menyiapkan lokasi tersebut. Bahkan, pedagang diizinkan untuk berjualan di depan rumah masing-masing.
Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Lebong, Aris Munandar, SE, MM mengungkapkan bahwa untuk pasar beduk atau pasar takjil ditahun 2021 ini, Pemkab Lebong tidak menyiapkan tempat khusus untuk berjualan takjil, namun bagi masyarakat yang ingin berdagang takjil untuk buka puasa diperbolehkan berjualan didapn rumah masing-masing dengan tetap mematuhi prokes.
“Tahun ini tidak ada tempat khusus bagi para pedagang takjil yang disiapkan Pemkab Lebong, karena mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19. Namun pemerintah tetap membolehkan para pedagang takjil untuk berjualan di depan rumah atau diteras rumah dengan tetap mematuhi imbauan pemerintah dengan menerapkan prokes,” katanya.
Diakuinya, sampai sejauh ini pihaknya juga bersama Pemkab Lebong belum pernah mengadakan rapat mengenai pasar takjil seperti yang sudah pernah dilaksanakan ditahun-tahun sebelumnya, seperti di Pasar Terminal Kelurahan Amen Kecamatan Amen. Untuk itulah, dengan belum adanya regulasi yang jelas pasar takjil ramadhan, pedagang takjil boleh berjualan didepan rumah masing-masing.
“Kami berharap, para pedang takjil tetap mematuhi imbauan pemerintah dengan tetap menerapkan prokes. Salah satunya harus menyiapkan tempat cuci tangan,” bebernya.
Meski dibolehkan berjualan di depan rumah masing-masing, namun pihaknya masih tetap akan melakukan pengawasan terhadap makanan yang dijual. Hal ini untuk mengantisipasi adanya bahan makanan yang berbahaya bagi kesehatan yang digunakan oleh pedagang.
“Tetap akan kita awasi nanti, jangan sampai bahan-bahan makanan itu menggunakan bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan,” tutupnya. (wlk)