Beranda Bengkulu Utara Tarung dengan Babi Hutan, Petani Tewas Bersimbah Darah

Tarung dengan Babi Hutan, Petani Tewas Bersimbah Darah

7428
Tarung dengan Babi, Petani Tewas Bersimbah Darah
Tubuh korban saat ditemukan dalam kondisi penuh bercak darah di atas tumpukan kering pelepah sawit (Foto Istimewa)

RadarLebong.com, BENGKULU UTARA – Ta’ap (71) petani Desa Tanjung Sari Kecamatan Ulok Kupai, Bengkulu Utara, ditemukan tewas bersimbah darah berkisar pukul 15.30 WIB. Diduga, korban meninggal setelah tarung dengan babi hutan, yang ditemukan tak jauh dari lokasi penemuan jasad korban.

Bintara Koordinasi (Bakor) Wilayah Kecamatan Napal Putih Anggota Koramil Ketahun Serka Indra Loni, menceritakan dari informasi yang diterima pihaknya, peristiwa ini bermula saat korban pergi mencari rumput untuk makanan sapi di kebun salah satu warga setempat.

Korban yang telah pergi dari rumah sejak pukul 09.00 WIB ini belum juga kembali ke rumah hingga pukul 15.30 WIB, hingga membuat pihak keluarga khawatir. Endik (35) anak korban, diminta oleh ibunya untuk segera mencari korban ke kebun.

Setelah berkeliling mencari ayahnya disekitar kebun sawit milik Slamet, warga setempat. Endik mendapati ayahnya sudah terbujur kaki diatas tumpukan daun kering pelepah sawit dengan kondisi badan dipenuhi darah.

“Setelah itu, anak korban langsung meminta bantuan kepada warga dan Babinsa dan petugas langsung menyambangi lokasi kejadian,” kata dia.

Tak jauh dari lokasi temuan jasad ini lebih kurang 8 meter, juga ditemukan babi hutan yang sudah mati dengan kondisi luka-luka.

“Kuat dugaan korban sempat tarung dengan babi hutan ini, karena banyak kehabisan darah sehingga korban meninggal dunia ditempat,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Andy Pramudya Wardana, SIK, MM, membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini jasad korban sudah dibawa pulang ke rumah duka.

“Iya, jasadnya sudah di evakuasi ke rumah duka,” singkatnya. (aer)