Beranda Nasional Tebas Bayang Terkendala Anggaran

Tebas Bayang Terkendala Anggaran

203
alan penghubung Desa Lemeu dan Desa Air Kopras ini mulai menyemak dan membahayakan para pengguna jalan.

LEBONG – Menyikapi atas kondisi sejumlah ruas jalan dalam wilayah Kabupaten Lebong yang diketahui mulai menyemak dan menyempit, dan sudah barang tentu menjadi tanggung jawab Pemkab Lebong melalui OPD Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Lebong dalam melakukan pemeliharaan khususnya pada kegiatan tebas bayang, guna menjamin keselamatan para pengendara dari ancaman kecelakaan lalu lintas.

Namun, sayangnya kegiatan tebas bayang belum bisa terlaksana lantaran belum tersedianya anggaran untuk kegiatan tebas bayang terhadap sejumlah ruas jalan bersemak.

Plt. Kepala Dinas PUPR-Hub Lebong, Joni Prawinata, SE, MM mengaku bahwa belum dilakukannya tebas bayang terhadap ruas jalan bersemak seperti di desa Lemeu Kecamatan Urama Jaya menuju desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, karena terkendala anggaran dalam melakukan pemeliharaan jalan terkhusus jalan Kabupaten yang menjadi kewenangan daerah.

“Untuk anggaran pemeliharaan jalan Kabupaten Lebong tahun ini hana ada sekitar kurang lebih sebesar Rp 400an juta. Yang mana anggaran yang tersedia saat ini masih terkunci dalam Sistem Aplikasi Pembangunan Daerah (SIPD), sehingga mata rekening seperti kegiatan tebas bayang harus dimasukan dan inilah yang saat ini belum terinput secara satuan dalam SIPD, ” kata Joni Prawinata.

Terkait adanya perubahan mata rekening lanjutnya, pihaknya harus lebih dulu mengkaji dengan mata rekening yang ada sekarang. Oleh sebab itu untuk kegiatan tebas bayang sendiri tahun ini belum bisa berjalan, apalagi dengan anggaran sebesar Rp 400 juta yang sudah mencakup semua kegiatan pemeliharaan otomatis dangat kurang.

“Kalau tahun sebelumnya kegiatan tebas bayang itu dilakukan secara rutin, jadi kalau berbicara mengenai pemeliharaan tentu sudah ada persentasenya, maka dengan kondisi keuangan yang saat ini kami harus menyesuaikan dan menjalankan kegiatan tebas bayang dengan keuangan yang disetujui, ” sampainya.

Ditambahkan Joni, dengan kurangnya anggaran pemeliharaan jalan yang ada tahun ini, pihaknya telah membuat konsep untuk kegiatan tebas bayang akan dilakukan 2 kali dalam setahun. Dan untuk tebas bayang paling lambat akan dilakukan sebelum lebaran.

“Kita sesuaikan saja dengan anggaran yang ada, kemungkinan untuk tebas bayang tahun ini akan kami lakukan sebelum lebaran, ” singkatnya. (wlk)