Beranda Nasional Tempo 4 Bulan, Dinkes Catat 72 Kasus DBD

Tempo 4 Bulan, Dinkes Catat 72 Kasus DBD

83
Petugas P2P Dinkes Lebong melakukan fogging pengasapan pada wilayah terpapar DBD belum lama ini.

LEBONG – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam wilayah Kabupaten Lebong belakangan ini terus terjadi peningkatan. Bagi mana tidak, berdasarkan data yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong yang dilaporkan 13 Puskesmas dalam tempo empat bulan terakhir Januari hingga April 2021 tercatat ada sebanyak 72 kasus DBD. Bahkan, diprediksikan jumlah tersebut bakal bertambah karena terdapat beberapa kasus yang sudah terjadi pada bulan Mei belum dilaporkan masing-masing Puskesmas.
“Kalau kasus DBD dalam empat bulan terakhir sebanyak 72 kasus, dipastikan jumlahnya bertambah karena untuk bulan Mei data kasus DBD belum dilaporkan oleh masing-masing Puskesmas, ” kata Kadis Dinkes Lebong, Rachman, SKM melalui Kabid P2P Yuswati, SKM didampingi Kasi P2PM, Sumarni, SKM kepada Radar Lebong.
Lebih jauh, Sumarni merincikan, adapun 72 kasus DBD itu diantaranya, 18 kasus Januari, 18 kasus Febuari, 25 kasus Maret, dan 11 kasus April. Menurutnya, jumlah kasus DBD ini meningkat akibat adanya perubahan cuaca yang membuat Lebong terus diguyuri hujan. Sehingga menyebabkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD. Meski demikian, dari semua kasus DBD tidak ditemukan adanya warga dalam Kabupaten Lebong yang meninggal dunia, dan semua wilayah kasus telah dilakukan penyuluhan serta dilakukan fogging.
“Alhamdulillah, tidak ada kasus warga Lebong yang meninggal akibat DBD ini, dan semua kasus sudah kita tangani dan dilakukan fongging,” kata Sumarni.
Menurutnya, salah satu upaya efektik untuk melakukan pencegahan kasus DBD yaitu dengan rutin melaksanakan kegiatiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal diwilayah masing-masing. Tentunya untuk melakukan upaya tersebut, selain peran aktif dari pemerintah desa, kelurahan hingga kecamatan. Masyarakat juga perlu untuk meningkatkan kesadaran diri dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Tentu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri, namun disini peran semua pihak juga sangat dibutuhkan untuk mengajak masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal,” ujarnya.
Maka dari itu, kata Sumarni, mengingat dengan terus meningkatnya jumlah kasus DBD dalam Kabupaten Lebong, menjaga kebersihan lingkungan serta gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J) sangat penting dilakukan, untuk menghentikan perkembangan nyamuk aides aigypti agar tidak menyerang warga. Karena fogging tidak memutus mata rantai jentik nyamuk. untuk irltulah kegiatan PSN dengan melaksanakan kebersihan lingkungan adalah upaya untuk memutuskan mata rantai nyamuk DBD.
“Kami mengajak masyarakat bisa dengan sendirinya dapat menjaga kebersihan lingkungan serta berperilaku hidup sehat untuk mencegah DBD. Karena untuk menghindari DBD harus dimulai dari kebersihan tempat tinggal,” demikian Sumarni. (wlk)