Beranda Nasional Tempo 9 Hari, 163 Warga Reaktif Covid

Tempo 9 Hari, 163 Warga Reaktif Covid

140
0
Petugas posko melakukan tes swab antigen terhadap warga yang akan masuk ke Lebong.

LEBONG – Dalam tempo 9 hari sejak Rabu (21/7) hingga Kamis (297), telah didirikannya 2 posko penyekatan pintu masuk perbatasan di Kabupaten Lebong yakni posko desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas dan posko Bioa Sengok Kecamatan Rimbo Pengadang. Terdata sebanyak 6.230 warga tercata sudah masuk ke wilayah Lebong, bahkan dari jumlah itu sebanyak 163 warga dinyatakan reaktif Covid-19 setelah dilakukan tes swab antigen ditempat.

Ketua Koordinator Posko Covid-19 Kabupaten Lebong, Fahkrurrozi, S.Sos, M.Si megatakan bahwa berdasarkan laporan yang sudah diterima dari 2 posko penyekatan, dalam tempo 9 hari terdapat sebanyak 6.230 warga yang sudah masuk ke Kabupaten Lebong. Bahkan, dari jumlah itu sebanyak 163 warga dinyatakan reaktif Covid-19, berdasarkan pengambilan swab antigen ditempat yang dilakukan petugas medis smdi 2 posko penyekatan.

“Benar, berdasarkan sata yabg sudah dilaporkan dari 2 posko penyekatan dalam tempo 9 hari sudah sebanyak 6.230 warga yang sudah masuk ke Lebong baik warga KTP Lebong maupun KTP luar Lebong. Dari jumlah itu 163 warga dinyatakan reaktif Covid-19 setelah dilakukan tes swab antigen di posko pentekatan, ” kata Rozi sapaan akrabnya yang juga menjabat selaku kepala BPBD Lebong.

Dirincikannya, 6.230 warga yang sudah masuk ke Lebong itu masing-masing tercatat 3.670 warga di posko Bioa Sengok Kecamatan Rimbo Pengadang, serta 2.560 warga tercatat di posko Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas. Sedangkan, dari 163 warga yang dinyatakan reaktif berdasarkan pengambilan swab antigen pada 2 posko penyekatan itu masing-masing 77 warga di posko Tik Tebing dan 86 warga reaktif di posko Bio Sengok.

“Mereka (warga, red) yang dinyatakan reaktif tersebut rata-rata warga Lebong, namun sebagiannya merupakan warga luar, ” lanjutnya.

Sementara itu, kata Rozi, meskipun 2 posko penyekatan pintu perbatasan dilakukan penjagaan ketat agar setiap warga yang hendak memasuki Lebong diwajibkan nbtuk dilakukan swab antigen ditempat sbagai upaya memcegah masuknya wabah virus corona di Kabupaten Lebong. Di samping itu, ia mengungatkan agar seluruh masyarakat Lebong tetap mematuhi imbauan pemerintah agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, disiplin menerapkan prokes sangat penting mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan lain sebagainya. Karena jika hanya efektif penjagan di 2 posko penyekatan saja tentu akan menjadi percuma, apabila masyarakat masih mengabaikan prokes.

“Kita berharap, dengan adanya penyektan pada 2 pintu perbtasan ini. Msayarakat yang berada di dalam wilayah Kabupaten Lebong juga harus mematuhi imbauan pemerintah, namun masyarakat juga harus tetap disiplin menerapkan prokes untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya. (wlk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here