Beranda Hukum Tersangka Dugaan Korupsi di DPRD, Dijerat Pasal Pidana Tambahan

Tersangka Dugaan Korupsi di DPRD, Dijerat Pasal Pidana Tambahan

432
Kasi Pidsus Kejari Lebong, Ronald Thomas Mendrofa, SH, bersama tim jaksa menyampaikan rilis 5 tersangka ditetapkan tahanan kota.

//2 Tersangka Belum Penuhi Panggilan Jaksa

LEBONG – Meskipun sebelumnya panggilan pemeriksaan terhadap 5 orang tersangka dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lebong Tahun Anggaran 2016 telah disampaikan Kejari Lebong, namun pada pemeriksaan kemarin (7/7) hanya 3 dari 5 tersangka yang memenuhi panggilan pemeriksaan ini. Kelima orang tersangka ini dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara serta pasal pidana tambahan yang diatur dalam UU Tipikor.
Pantauan dilapangan kemarin, 3 orang tersangka masing-masing AM tiba di Kejari Lebong berkisar pukul 10.20 WIB didampingi kuasa hukumnya sedangkan tersangka Su dan Er bersamaan mendatangi Kejari Lebong berkisar pukul 10.00 WIB. Sebelum dilakukan pemeriksaan, ketiga orang tersangka ini lebih dulu menjalani tes swab antigen setelah itu ketiga orang tersangka ini dilakukan pemeriksaan secara terpisah hingga pukul 15.00 WIB. Sementara itu, tersangka TR dan juga Ma hingga pukul 15.45 WIB belum datang ke Kejari Lebong untuk menjalani pemeriksaan.
Menariknnya, pada pemeriksaan tersangka ini kemarin Kejari Lebong mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama pemeriksaan dilakukan Kejari Lebong. Puluhan personil kepolisian ini tampak berjaga-jaga disejumlah titik kantor Kejari Lebong.
Kajari Lebong, Arief Indra Kusuma Adhi, SH, M.Hum melalui Kasi Pidsus Kejarai Lebong, Ronald Thomas Menderofa, SH didamping tim jaksa penyidik Kejari Lebong dalam jumpa pers usai pemeriksaan ketiga tersangka ini kemarin menjelaskan jika 2 tersangka yakni berinsial TR selaku mantan Ketua DPRD Lebong periode 2014-2019 dan Ma selaku mantan Waka I DPRD Lebong periode 2014-2019, hingga pemeriksaan berakhir kemarin belum memenuhi panggilan pihaknya.
“Dari surat yang kita terima, tersangka Ma tidak hadir hari ini (kemarin, red) karena sedang mendampingi salah satu keluarganya yang sedang sakit. Sedangkan tersangka TR sampai pemeriksaan berakhir, tidak ada keterangan,” ujarnya.
Meski demikian, kedua orang tersangka yang belum memenuhi panggilan pemeriksaan ini kemarin dijadwalkan akan kembali diperiksa pada Selasa (13/7) mendatang. Bahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan surat panggilan kedua bagi 2 tersangka.
“Pemeriksaan untuk kedua tersangka ini rencananya akan kita lakukan pada Selasa (13/7) mendatang. Saat ini, surat panggilannya sedang kita siapkan,” ungkapnya.
Ditanyai mengenai pasal yang digunakan Kejari Lebong menjerat kelima orang tersangka ini, Ronald mengatakan kelima orang tersangka ini dijerat dengan pasal 2 ayat 1 junto pasal 3 junto pasal 8 junto pasal 9 junto pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan disempurnakan dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
“3 orang tersangka masing-masing AM, Su dan Er kita tetapkan sebagai tahanan kota. Mengingat beberapa orang tersangka belum bisa dilakukan tes swab antigen dan juga sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 baik itu sesama tersangka maupun masyarakat umum lainnya,” katanya.
Ditambahkannya, setelah kelima orang tersangka ini nantinya menjalani pemeriksaan selanjutnya jaksa akan melakukan pemberkasan untuk diserahkan ke jaksa peneliti. Dirinya mematikan jika pihaknya akan terbuka kepada publik dalam menuntaskan penyidikan kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Lebong tahun anggaran 2016.
“Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti, karena kami juga masih akan memeriksa 2 tersangka yang belum memenuhi panggilan kita hari ini (kemarin, red),” singkatnya. (wlk)