Beranda Nasional Tidak Memuaskan, PDAM TTE Terancam Bubar

Tidak Memuaskan, PDAM TTE Terancam Bubar

285
Terungkap dalam rapat paripurna penyampaian nota pengantar Raperda 2021 jika kondisi PDAM TTE Lebong tidak memuaskan.

LEBONG – Ada yang menarik dari rapat paripurna penyampaian nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tahun 2021 yang digelar DPRD Lebong kemarin (22/2). Bagaimana tidak, dalam kesempatan itu salah satu yang menjadi sorotan adalah hasil evaluasi PDAM Tirta Tebo Emas (TTE) Lebong yang tidak memuaskan dan terancam dibubarkan.
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Lebong, H. Mustarani Abidin, SH, MSi, saat menyampaikan Raperda tentang Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) ini kemarin menjelaskan jika pembentukan Perumda ini sekaligus membubarkan PDAM TTE Lebong. Salah satu dasar dilakukannya pembubaran ini karena berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi BPKP tahun 2020 menyebutkan bahwa PDAM TTE Kabupaten Lebong hanya mendapat nilai 2,03 atau tidak memuaskan.
“Terlebih lagi untuk sekelas Badan Usaha Milik Daerah, yang telah ada sejak terbitnya Peraturan Daerah (Perda) PDAM tahun 2007 silam, hasilnya tidak memuaskan. Hal ini terjadi karena PDAM TTE belum PP Nomor 54 tahun 2017, sehingga masih banyak kekurangan yang terjadi baik dari segi finansial ataupun dalam segi pelayanan dan kepegawaian,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, beberapa hal ini diantaranya tingkat dewan pengawas yang jumlahnya masih diatas satu orang, kemudian pegawai PDAM yang bekerja harus berdasarkan analisa kinerja di intern PDAM .
“Jika Raperda ini disahkan, maka seluruh pegawai PDAM TTE Lebong akan dirumahkan sementara,” katanya.
Ditambahkannya, tidak menutup kemungkinan pegawai lama akan kembali diberdayakan namun melalui seleksi yang bakal dilakukan nantinya.
“Secara kelembagaan memungkinkan untuk kita merubah baik secara organisasi, sisi keuangan dan sisi pelayanan,” pungkasnya. (cw1)