Beranda Nasional Tidak Semua Guru Sergur Terima TPG Full

Tidak Semua Guru Sergur Terima TPG Full

340
ILUSTRASI TPG

LEBONG –Sebanyak 578 guru penerima tunjangan profesi guru atau yang biasa disebut guru sertifikasi se Kabupaten Lebong tampaknya harus bisa kembali berlapang dada. Pasalnya, lantaran kekurangan anggaran untuk pembayaran TPG triwulan IV dari Bulan Oktober, November dan Desember.

Hingga akhirnya berimbas dengan pembayaran TPG yang hanya mampu dibayarkan selama 2 bulan saja yakni Bulan Oktober dan November. Sedangkan, sisa 1 bulan untuk Bulan Desember belum bisa dibayarkan. Meskipun dana tersebut berkurang Rp. 1 miliar, tapi ada juga guru sertifikasi yang bakal menerima selama 3 bulan penuh.

” Jadi nantinya tidak seluruh guru akan menerima TPG full. Mekanismenya nanti kita sesuaikan dengan SK. Untuk yang datanya sudah selesai dari awal akan dibayar 3 bulan, sedangkan yang terbit belakangan hanya dibayar 2 bulan. SPD nya sudah masuk dan sekitar seminggu lagi sudah bisa dicairkan, ” terang Kepala Dinas Dikbud H. Guntur. S. Sos. ME melalui Kasubag Umum dan Kepegawaian Mezi Haryani. S,Sos diruang kerjanya, Selasa ( 15/12 ).

Kebijakan pengurangan anggaran TPG tersebut, lanjut Mezi, berdasarkan hasil rekon bersama Kemendikbud bahwasanya untuk alokasi dana TPG dari Kemendikbud dipangkas untuk biaya penanganan covid – 19. Pengurangan dana tersebut sudah diatur dalam PMK nomor 35 tahun 2020 tentang pengelolaan dana tranfer ke daerah dalam rangka penanganan pandemi covid – 19.

“Hasilnya pagu dana TPG ini dikurangi dan hanya mampu dibayar selama 11 bulan saja. Sementara siswanya 1 bulan lagi akan tetap diakomodir pada tahun 2020 ini.

Lebih jauh saat ini tercatat ada sebanyak 578 guru sertifikasi, hanya saja sejauh ini data penerima tersebut masih dalam proses rekon.

” Datanya masih kami rekon, jadi saat ini belum bisa kami pastikan mana saja yang akan dibayar penuh dan mana yang tidak, yang jelas kami sesuaikan dengan SK,” ucap Mezi.

Sementara itu untuk tunjangan guru non sertifikasi dipastikan akan dicairkan selama 1 tahun karena ada penambahan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp. 100 juta.

” Untuk non sertifikasi jumlahnya ada sebanyak 273 orang mulai dari guru TK, SD dan SMP dipastikan akan menerima full selama 3 bulan, ” demikian Mezi. ( via )