Beranda Nasional Tim Yustisi Bubarkan Resepsi Nikah Warga

Tim Yustisi Bubarkan Resepsi Nikah Warga

294
Dianggap tidak mematuhi prokes Covid-19, resepsi pernikahan yang digelar warga ini dibubarkan Tim Yustisi.

LEBONG – Kendatipun Pemkab Lebong sebelumnya telah mengeluarkan edaran 360/673/BPD/XI/2020 tentang pembatasan aktivitas keramaian di masyarakat dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19, salah satunya larangan menggelar resepsi pernikahan namun masih ada warga Lebong yang menggelar kegiatan tersebut. Alhasil, resepsi pernikahan oleh salah satu warga inipun dibubarkan tim yustisi Kabupaten Lebong.
Kepala Dinas Satpol PP Lebong, Zainal Husni, SH, MM, melalui Kabid Ketertiban Umum Andrian Aristiawan, SH, saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya pembubaran resepsi pernikahan yang digelar oleh warga ini. Dirinya mengaku, jika hal ini dilakukan pihaknya berdasarkan laporan yang disampaikan masyarakat kepada Satgas Covid-19 Lebong.
“Kita mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai hal tersebut, kemudian kita langsung koordinasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan pengertian kepada warga tersebut. Namun, sayangnya, pemilik hajatan bersikeras tetap menggelar kegiatan ini, sehingga kita terpaksa mengambil tindakan pembubaran,” ujarnya.
Pembubaran ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) tentang pembatasan aktivitas keramaian di masyarakat dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 dimana salah satu larangan aktivitas keramaian ini tak lain adalah menggelar resepsi pernikahan baik di siang hari maupun di malam hari. Kemudian, menyediakan atau melaksanakan hiburan berupa organ tunggal atau musik, marhaban, perlombaan dan atraksi kesenian lainnya.
“Sekali lagi kami mengajak masyarakat untuk mematuhi ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, ini demi kebaikan kita bersama dan juga untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lebong,” lanjutnya.
Disisi lain, Andrian juga menambahkan selama 5 hari menggelar operasi kepatuhan prokes Covid-19 Tim Yustisi Kabupaten Lebong berhasil menjaring sebanyak 421 pelanggaran prokes Covid-19 diantaranya pada hari pertama sebanyak 103 pelanggar, hari kedua 110 pelanggar, hari ketiga 88 pelanggar, hari keempat 32 pelanggar dan hari kelima 88 pelanggar. Pelanggar prokes ini merupakan masyarakat umum, pelajar, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Lebong.
“Para pelanggar prokes ini mayoritas menyanggupi sanksi denda membeli masker, untuuk operasi Yustisi sendiri akan terus kita laksanakan guna untuk mendisiplinkan masyarakat untuk sadar menerapkan prokes Covid-19,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Mangkurajo Kecamatan Lebong Selatan, M. Syaeri, dikonfirmasi Radar Lebong via ponsel kemarin membenarkan adanya pembubaran resepsi pernikahan yang digelar oleh salah satu warganya ini. Namun, jelasnya, warga pemilik hajatan ini telah meminta izin secara lisan kepada pihaknya 2 minggu sebelum edaran Bupati tersebut dikeluarkan.
“Acara yang dibubarkan ini bukan pesta, hanya jamuan kutai. Kita juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan acara keramaian sesuai edaran dari Pemkab Lebong,” singkatnya. (wlk)