Beranda Nasional Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp. 4,8 Miliar

Tunggakan BPJS Kesehatan Capai Rp. 4,8 Miliar

171

LEBONG – Tunggakan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masyarakat Kabupaten Lebong terbilang masih sangat tinggi. Dan, hampir sebagaian besar penunggak iuran adalah peserta mandiri berjumlah 7.638 peserta dengan total tunggakan mencapai Rp 4.855.217.700 hingga tahun 2021.
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Lebong Handoko Cokro Putranto,SKM mengatakan data terakhir yang diperoleh hingga dibulan Januari tahun 2021 untuk peserta BPJS Kesehatan mandiri di kelas I peserta yang menungguk berjumlah 500 orang, untuk kelas II peserta yang menunggak berjumlah 947 orang, kemudian peserta kelas III yang menunggak pembayaran iuran berjumlah 6.191 orang.
” Jadi total seluruhnya yang menunggak peserta mandiri berjumlah 7.638
orang. Kalau secara nominal angkatnya untuk kelas I sebesar Rp.976.204.100, kemudian untuk kelas II sebesar Rp. 1.199.764.000,selanjutnya untuk kelas III nilai tunggakannya sebesar Rp. 2. 679.249.600. Peserta mandiri yang paling tinggi menunggak iurannya di kelas III ,” terangnya.
Handoko mengakui, sejak BPJS Kesehatan berjalan dari tahun ke tahun peserta mandiri yang menunggak bertambah. Dan, dengan adanya tunggakan ini peserta tidak bisa menggunakan kartu BPJS tersebut karena
pengaktifanya di nonaktifkan.
” Jika peserta ingin mengaktifkan kembali kartu BPJS tersebut harus melunasi tunggak-tunggakan yang terdata di kami. Untuk pelunasan tunggakan peserta langsung datang kekantor, setelah tunggakan dilunasi pengaktifannya menunggu selama 14 hari, baru setelah itu
peserta bisa kembali menggunakan kartu tersebut. Dan jika tidak melunasi tunggakannya, maka secara otomatis kartu tersebut tidak bisa digunakan karena kartunya dinonaktifkan,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya tunggakan peserta BPJS Mandiri disebabkan karena kurang mengetahui adanya kewajiban untuk membayar iuran kepesertaan BPJS Kesehatan setiap bulannya. Dan, lanjutnya, peserrta baru mengetahui bawah ada tunggakan iuran BPJS nya ketika hendak menggunakan kartu BPJS berobat ke puskemas maupun ke rumah sakit.
“ Kami berharap masyarakat bisa memenuhi kewajibannya untuk membayar iuran setiap bulannya,” tukasnya.(bye)