Beranda Nasional Tunggu Dikbud, Dugaan Pengrusakan Cagar Budaya Jalan Ditempat

Tunggu Dikbud, Dugaan Pengrusakan Cagar Budaya Jalan Ditempat

485
Korupsi Dana Desa
Kapolres Lebong bersama Kadis Dikbud dan Kabid Aset BKD Lebong pada saat meninjau lokasi cagar budaya beberapa waktu lalu.

LEBONG – Kasus dugaan pengrusakan cagar budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara, hingga saat ini masih jalan ditempat. Meski beberapa waktu lalu polisi sempat mengamankan barang bukti ampas emas bahkan sepeda motor milik warga yang diduga mengambil ampas emas di lokasi cagar budaya, namun polisi mengaku jika saat ini pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebong.
“Sampai saat ini kami belum menerima laporan atau berkas cagar budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial belanda di Lebong Dokok. Dengan dokumen ini, kita bisa mendata dan apa saja yang dimiliki oleh cagar budaya tersebut. Namum sampai saat ini pihak Dikbud belum menyampaikan dokumen atau data tersebut. Kami sudah koordinasi dengan Dikbud, namun berkas itu belum juga disampaikan,” ujar Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, SIK, melalui Kapolsek Lebong Utara AKP. L. Naibaho, SH.
Menurutnya, jika lokasi tersebut merupakan wilayah cagar budaya harusnya wilayah tersebut dilindungi dan dijaga dan tidak dibolehkan untuk melakukan aktivitas pengambilan ampas emas yang dapat merusakan wilayah tersebut.
“Kita sudah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dilokasi cagar budaya siapapun orangnya,” terangnya.
Ditambahkannya, dalam waktu ini pihaknya bakal kembali melakukan koordinasi dengan Dinas Dikbud Lebong terkait dengan permintaan dokumen cagar budaya tersebut. “Kita akan koordinasi lagi dengan dinas terkait, mengenai dokumen yang dimaksud,” singkatnya.
Sekedar mengingatkan, saat meninjau lokasi cagar budaya bekas bangunan pabrik emas kolonial Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara pada Selasa (6/4) yang lalu, Kapolres Lebong AKBP. Ichsan Nur, SIK, menginstruksikan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan pengrusakan lokasi Cagar Budaya Bekas Bangunan Pabrik Emas Peninggalan Belanda MMRL Lebong Donok di Desa Lebong Tambang yang dijadikan lokasi penambangan ampas emas oleh oknum masyarakat. Bahkan, saat turun ke lokasi cagar budaya ini Kapolres mendapati barang bukti tanah ampas emas yang sudah dikemas dalam karung.
“Proses hukum terhadap kasus ini harus tetap dilanjutkan sampai ke tingkat pengadilan, saya instruksikan Polsek Lebong Utara untuk tetap mengusut kasus ini hingga tuntas,” ujar Kapolres disela-sela pengecekan lokasi Cagar Budaya peninggalan Belanda di Desa Lebong Tambang.
Kapolres menegaskan, selama ini pihaknya tidak pernah menindak penambang terlebih penambangan emas dalam Kabupaten Lebong memiliki nilai historis yang panjang. Hanya saja, meski sudah beberapa kali dicarikan solusi terkait dengan aktivitas pertambangan emas illegal (peti) termasuk juga sosialiasi terhadap kerusakan lingkungan akibat peti ini, namun tidak diindahkan.
“Dan saat ini sudah mulai merusak areal cagar budaya, ini akan kita tindak sesuai aturan. Kalau cagar budaya sudah rusak, maka proses hukum. Siapapun yang terlibat, akan kita tindak seluruhnya,” tegas Kapolres. (bye)