Beranda Nasional Warga Kerap Hindari Posko Covid-19, Satgas Bongkar Jembatan

Warga Kerap Hindari Posko Covid-19, Satgas Bongkar Jembatan

465
Satgas Covid-19 Lebong membongkar lantai jembatan rusak yang kerap digunakan sebagai jalur alternatif menghindari posko Covid-19.

LEBONG – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong melakui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebong dalam menutup akses jalan tikus yang menghubungkan desa Tik Tebing dengan desa Trans Pelabai Kecamatan Lebong Atas. Bagaimana tidak, portal permanen dengan memanfaatkan tiang listrik beton yang dipasang setinggi pinggang orang dewasa kembali dirusak.
Bahkan, portal dari tiang listrik yang dipasang Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten bersama Wakil Bupati (Wabup) Lebong tersebut tak bertahan lebih dari 3 jam. Pasalnya, selesai dipasang Rabu (28/7) sekitar pukul 17.30 WIB, saat dicek sekitar pukul 20.00 WIB portal sudah dirusak lagi. Ini merupakan ke empat kalinya portal yang sengaja dipasang menutup akses jalan alternatif itu dibongkar oleh orang tak bertanggung jawab.
Penutupan akses jalan itu sendiri dilakukan agar setiap warga yang ingin masuk ke Lebong harus tetap menjalani tes swab antigen di posko penyekatan Tik Tebing yakni perbatasan Lebong dengan Bengkulu Utara. Mengingat letak jalan alternatif yang dipasang portal itu berjarak sekitar 3 km memasuki posko penyekatan.
“Sebelum magrib portal sudah selesai dipasang. Nah saat saya cek sesudah isya sudah dirusak lagi,” kata ketua Koordinator posko, Fakhrurrozi, S.Sos, M.Si yang juga menjabat sebagai kepala BPBD Lebong.
Lanjutnya, terkait kondisi ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak desa setempat dan Dinas PUPR-HUB. Untuk menghindari kejadian serupa yang sudah terjadi berulang kali ini, lantai jembatan penghubung di jalan alternatif tersebut dilepas. Terlebih lagi kondisinya yang sudah mulai rapuh dan membahayakan keselamatan pengguna.
“Jadi bukan merusak. Tapi memang kondisi jembatan yang sudah rapuh. Jika dibiarkan malah dikhawatirkan menimbulkan korban,” lanjut Rozi.
Ditambahkannya, jika dengan tindakan tersebut masih saja akses jalan itu tetap menjadi jalan alternatif, ia mengaku sudah kehabisan akal bagaimana agar akses jalan tersebut tak bisa dilalui.
“Jika dengan ini masih juga, kami juga sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya agar jalan ini tak bisa dilalui pengendara untuk mengindari posko penyekatan,” tutupnya. (wlk)